Tingkah elite cermin masyarakat Indonesia saat ini
Selasa, 18 Desember 2012 - 13:14 WIB
Tingkah elite cermin masyarakat Indonesia saat ini
A
A
A
Sindonews.com - Elite politik di Indonesia dinilai ikut andil dalam membentuk karakter bangsa saat ini. Hal itu tercermin dari mudahnya masyarakat Indonesia kini mudah tersinggung dan susah diatur.
Hal itu dikatakan Soegeng Sarjadi, dalam diskusi Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) dengan tema Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan dan Analisis Politik 2012: Suara Tuhan, Suara Rakyat Versus Suara Elite, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
"Pejabat penyelenggara negara adalah orang yang paham dan tahu hukum, termasuk penegak hukum. Tapi mereka terjerat hukum, bahkan ada elite yang terjerat korupsi dan minta dikasihani dengan dalih tidak tahu hukum. Kesalahan elite politik ini menular ke masyarakat, sehingga mudah tersinggung, marah, susah dikendalikan, dan tidak mudah diatur," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini mendekati titik kekacauan.
"Masyarakat kita mendekati kondisi disorder (kekacauan) karena politik hukum yang sungsang dan absennya keteladanan. Pola ini mengkristal menjadi pembelahan diametral antara suara rakyat melawan suara elite," pungkasnya.
Hal itu dikatakan Soegeng Sarjadi, dalam diskusi Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) dengan tema Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan dan Analisis Politik 2012: Suara Tuhan, Suara Rakyat Versus Suara Elite, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).
"Pejabat penyelenggara negara adalah orang yang paham dan tahu hukum, termasuk penegak hukum. Tapi mereka terjerat hukum, bahkan ada elite yang terjerat korupsi dan minta dikasihani dengan dalih tidak tahu hukum. Kesalahan elite politik ini menular ke masyarakat, sehingga mudah tersinggung, marah, susah dikendalikan, dan tidak mudah diatur," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini mendekati titik kekacauan.
"Masyarakat kita mendekati kondisi disorder (kekacauan) karena politik hukum yang sungsang dan absennya keteladanan. Pola ini mengkristal menjadi pembelahan diametral antara suara rakyat melawan suara elite," pungkasnya.
(maf)