Silatnas Demokrat, SBY diminta bersikap kesatria
Sabtu, 15 Desember 2012 - 17:37 WIB
Silatnas Demokrat, SBY diminta bersikap kesatria
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malam ini akan memberikan pidato pembekalan kepada sekitar 5.000 kader Partai Demokrat peserta Silaturahmi Nasional Partai Demokrat (Silatnas) di Sentul International Convention Center.
Dalam Silatnas itu, jajaran Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Komisi Pengawas, Pengurus DPP, Pengurus DPD, Pengurus DPC, dan anggota legislatif tingkat pusat hingga daerah dikabarkan hadir. Apa saja arahan SBY nanti malam?
Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adhie M Massardi berharap, dalam Silatnas itu Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina partai dapat menunjukkan sikap kesatrianya dengan mengakui kegagalannya dalam memimpin, hingga banyak kadernya yang terjerumus kasus korupsi.
"Kader Demokrat yang terlibat tindak pidana korupsi itu tokoh-tokoh penting dalam lingkaran partai, seperti Nazaruddin (Bendahara Umum), Angelina Sondakh (Wakil Sekjen), Hartati Murdaya (Dewan Pembina/Anggota), dan Andi A Mallarangeng (Dewan Pembina/Sekretaris)," ujar Adhie dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (15/12/2012).
Bahkan, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga disebut-sebut terindikasi terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang.
"Yudhoyono harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena dalam tiga tahun terakhir ini, berita korupsi di Indonesia didominasi oleh perbuatan kader-kader Partai Demokrat," tutur Adhie.
Lebih lanjut, Adhie menyatakan, Yudhoyono memiliki beban moral terhadap masyarakat atas perbuatan kader Partai Demokrat. Sebagai pertanggungjawaban moral, dia harus mundur dari Ketua Dewan Pembina partai. Karena telah terbukti gagal membina kader-kadernya hingga menjadi koruptor.
"Seharusnya, kalau dia merasa tidak nyaman dengan tingkah laku kadernya yang tidak juga hengkang, ya dia sendiri dong yang mundur sebagai Ketua Dewan Pembina. Ini juga bentuk pertanggungjawaban moral Yudhoyono yang gagal membina kader partainya,” ungkap Adhie.
Dalam Silatnas itu, jajaran Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Komisi Pengawas, Pengurus DPP, Pengurus DPD, Pengurus DPC, dan anggota legislatif tingkat pusat hingga daerah dikabarkan hadir. Apa saja arahan SBY nanti malam?
Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adhie M Massardi berharap, dalam Silatnas itu Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina partai dapat menunjukkan sikap kesatrianya dengan mengakui kegagalannya dalam memimpin, hingga banyak kadernya yang terjerumus kasus korupsi.
"Kader Demokrat yang terlibat tindak pidana korupsi itu tokoh-tokoh penting dalam lingkaran partai, seperti Nazaruddin (Bendahara Umum), Angelina Sondakh (Wakil Sekjen), Hartati Murdaya (Dewan Pembina/Anggota), dan Andi A Mallarangeng (Dewan Pembina/Sekretaris)," ujar Adhie dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (15/12/2012).
Bahkan, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga disebut-sebut terindikasi terlibat dalam kasus korupsi proyek Hambalang.
"Yudhoyono harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena dalam tiga tahun terakhir ini, berita korupsi di Indonesia didominasi oleh perbuatan kader-kader Partai Demokrat," tutur Adhie.
Lebih lanjut, Adhie menyatakan, Yudhoyono memiliki beban moral terhadap masyarakat atas perbuatan kader Partai Demokrat. Sebagai pertanggungjawaban moral, dia harus mundur dari Ketua Dewan Pembina partai. Karena telah terbukti gagal membina kader-kadernya hingga menjadi koruptor.
"Seharusnya, kalau dia merasa tidak nyaman dengan tingkah laku kadernya yang tidak juga hengkang, ya dia sendiri dong yang mundur sebagai Ketua Dewan Pembina. Ini juga bentuk pertanggungjawaban moral Yudhoyono yang gagal membina kader partainya,” ungkap Adhie.
(san)