Pemerintah waspadai flu itik dari Australia
Jum'at, 14 Desember 2012 - 16:22 WIB
Pemerintah waspadai flu itik dari Australia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia kemungkinan akan menutup impor unggas dari Australia menyusul meluaskan wabah flu itik. Untuk saat ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus melakukan pengawasan dan mewaspadai wabah yang terjangkit di Australia itu.
Wakil Mendag Bayu Krisnamurthi mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Komite Nasional Penanggulangan Zoolosis (penyakit hewan) terus mewaspadai kemungkinan serangan flu itik tersebut.
"Kami sedang bekoordinasi sangat intensif dengan Komite Nasional Penanggulangan Zoolosis mengenai persebaran flu itik, yaitu flu yang menyerang itik," ungkap Bayu Krisnamurthi di Kemendag, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Bayu menambahkan, tidak tertutup kemungkinan Indonesia akan melakukan penutupan impor unggas dari Australia bila persebaran wabah flu itik ini semakin meluas.
"Kalau ini besar, Kemendag punya tugas apakah melakukan pengawasan, pelarangan, atau pembatasan. Kita coba lihat ini. Para pelaku sudah mengambil tindakan untuk impor dari Australia," jelasnya.
Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga mengaku khawatir terhadap dampak yang nanti akan ditimbulkan dair wabah tersebut. Sebagai perbandingan, flu burung yang menyerang Indonesia beberapa tahun silam memakan korban 150 orang.
"Selama 5 tahun jumlah korban 150 orang pada saat H5N1 di ayam," ujarnya.
Wakil Mendag Bayu Krisnamurthi mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Komite Nasional Penanggulangan Zoolosis (penyakit hewan) terus mewaspadai kemungkinan serangan flu itik tersebut.
"Kami sedang bekoordinasi sangat intensif dengan Komite Nasional Penanggulangan Zoolosis mengenai persebaran flu itik, yaitu flu yang menyerang itik," ungkap Bayu Krisnamurthi di Kemendag, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Bayu menambahkan, tidak tertutup kemungkinan Indonesia akan melakukan penutupan impor unggas dari Australia bila persebaran wabah flu itik ini semakin meluas.
"Kalau ini besar, Kemendag punya tugas apakah melakukan pengawasan, pelarangan, atau pembatasan. Kita coba lihat ini. Para pelaku sudah mengambil tindakan untuk impor dari Australia," jelasnya.
Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga mengaku khawatir terhadap dampak yang nanti akan ditimbulkan dair wabah tersebut. Sebagai perbandingan, flu burung yang menyerang Indonesia beberapa tahun silam memakan korban 150 orang.
"Selama 5 tahun jumlah korban 150 orang pada saat H5N1 di ayam," ujarnya.
(lns)