Dilaporkan Dahlan ke BK, anggota DPR menangis
Kamis, 13 Desember 2012 - 17:27 WIB
Dilaporkan Dahlan ke BK, anggota DPR menangis
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi XI DPR Saidi Butarbutar menangis karena dilaporkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ke Badan Kehormatan (BK) DPR dengan tuduhan memeras BUMN.
Hal itu terlihat saat anggota Fraksi Partai Demokrat itu menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
"Ada yang memang menjadi problema di hati saya. Terdengar kabar nama Saidi Butarbitar itu memeras BUMN, menangis saya," kata Saidi Butarbutar sambil menangis dalam RDP.
Saidi menyatakan, laporan terkait pemerasan oleh Dahlan tersebut sama sekali tidak benar. Pihaknya mengaku tidak pernah melakukan aksi pemerasan terhadap BUMN yang dianggap mencoreng namanya dan lembaga negara tersebut.
"Saya enggak tahu itu semua, saya bukan anggota Panja Pak," sambung dia.
Selain itu, Saidi juga mengungkapkan nama baiknya rusak akibat laporan dari Dahlan. Bahkan kini, Saidi Butarbutar justru lebih terkenal dengan sebutan 'pemeras BUMN'.
"Sekarang sampai di kampung saya, ditempel Saidi Butarbutar pemeras BUMN," tandasnya.
Hal itu terlihat saat anggota Fraksi Partai Demokrat itu menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2012).
"Ada yang memang menjadi problema di hati saya. Terdengar kabar nama Saidi Butarbitar itu memeras BUMN, menangis saya," kata Saidi Butarbutar sambil menangis dalam RDP.
Saidi menyatakan, laporan terkait pemerasan oleh Dahlan tersebut sama sekali tidak benar. Pihaknya mengaku tidak pernah melakukan aksi pemerasan terhadap BUMN yang dianggap mencoreng namanya dan lembaga negara tersebut.
"Saya enggak tahu itu semua, saya bukan anggota Panja Pak," sambung dia.
Selain itu, Saidi juga mengungkapkan nama baiknya rusak akibat laporan dari Dahlan. Bahkan kini, Saidi Butarbutar justru lebih terkenal dengan sebutan 'pemeras BUMN'.
"Sekarang sampai di kampung saya, ditempel Saidi Butarbutar pemeras BUMN," tandasnya.
(rsa)