Belum dapat izin, kader Demokrat ke Brasil
Rabu, 12 Desember 2012 - 15:47 WIB
Belum dapat izin, kader Demokrat ke Brasil
A
A
A
Sindonews.com - Kader Partai Demokrat Kunjungan Kerja (Kunker) ke Brasil tanpa seizin dari Fraksi Partai Demokrat di DPR. Oleh sebab itu, kader yang ikut kunker akan dikenakan sanksi dari fraksi.
"Mereka mengajukan izin dan izin itu saya terima kemarin, tapi belum saya tandatangani. Karena terlambat, tentu ini akan ada sanksi yang diberikan," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Mantan Staf Khusus Ibu Negara Ani Yudhoyono itu menuding, pihak kesekjenan DPR kurang berkordinasi, pasalnya administrasi kunker DPR di urus oleh pihak kesekjenan.
"Yang salah bukan anggota, tapi sekjen. Dimana koordinasinya. Saya akan pertanyakan kerja sekjen, karena urus visa itu dia. Tanpa persetujuan fraksi, mereka tidak bisa berangkat," ujarnya.
Sambung Nurhayati, tentu lebih berhati-hati dalam memberikan izin anggotanya untuk melakukan kunker. Untuk menertibkan anggotanya, fraksinya akan mengeluarkan peraturan kepada semua anggotanya.
"Fraksi sedang membuat tatib (tata tertib) fraksi untuk dibagikan ke semua anggota, Insya Allah awal tahun depan bisa dibagikan dan ditertibkan," pungkasnya.
Sekedar info, Kunker DPR negara paling timur di Benua Amerika tersebut yaitu Brasil hanya untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Antariksa.
Sebagaimana diketahui, kunker tersebut dipimpin langsung oleh kader Partai Demokrat Sutan Bhatoegana.
"Mereka mengajukan izin dan izin itu saya terima kemarin, tapi belum saya tandatangani. Karena terlambat, tentu ini akan ada sanksi yang diberikan," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
Mantan Staf Khusus Ibu Negara Ani Yudhoyono itu menuding, pihak kesekjenan DPR kurang berkordinasi, pasalnya administrasi kunker DPR di urus oleh pihak kesekjenan.
"Yang salah bukan anggota, tapi sekjen. Dimana koordinasinya. Saya akan pertanyakan kerja sekjen, karena urus visa itu dia. Tanpa persetujuan fraksi, mereka tidak bisa berangkat," ujarnya.
Sambung Nurhayati, tentu lebih berhati-hati dalam memberikan izin anggotanya untuk melakukan kunker. Untuk menertibkan anggotanya, fraksinya akan mengeluarkan peraturan kepada semua anggotanya.
"Fraksi sedang membuat tatib (tata tertib) fraksi untuk dibagikan ke semua anggota, Insya Allah awal tahun depan bisa dibagikan dan ditertibkan," pungkasnya.
Sekedar info, Kunker DPR negara paling timur di Benua Amerika tersebut yaitu Brasil hanya untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Antariksa.
Sebagaimana diketahui, kunker tersebut dipimpin langsung oleh kader Partai Demokrat Sutan Bhatoegana.
(mhd)