Partai besar bermasalah, masyarakat beralih ke NasDem
Minggu, 09 Desember 2012 - 15:36 WIB
Partai besar bermasalah, masyarakat beralih ke NasDem
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai partai politik (parpol) pendatang baru, Partai Nasional Demokrat (NasDem) bisa menjadi harapan baru masyarakat Indonesia yang mulai jenuh dengan pencitraan parpol lama. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hasil survei yang menyebutkan elektabilitas partai yang dimotori Surya Paloh itu terus meningkat.
"Jadi ketika NasDem membawa gerakan perubahan maka, menjadi theatre of mind di publik dapat melahirkan sebuah harapan," ujar peneliti Institute Survei Indonesia (INSIS) Mochtar W Oetomo usai acara pengumuman hasil survei nasional bertema "Figur Politisi Muda di Mata Publik: Mendorong Pemimpin Alternatif" di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (9/12/2012).
Menurutnya, faktor lain yang membuat masyarakat dapat memilih NasDem, karena beberapa permasalahan hukum yang mendera parpol besar. Misalnya, Partai Demokrat dan Partai Golkar.
"Di Golkar belum bulat suara mereka dalam menentukan partai. Kemudian di partai lain belum memberikan konstruksi, ini memberikan ruang untuk NasDem," jelasnya.
Maka itu, pada Pemilu 2014 dia memprediksi akan ada partai seperti NasDem yang dapat memperoleh persentase tambahan suara. Asalkan, partai tersebut dapat menggunakan kelemahan yang tengah terjadi pada partai besar.
"Jadi, saya rasa 2014 akan ada partai baru yang akan ambil celah ini. Sehingga bisa mengambil angka 5-10 persen," pungkasnya.
"Jadi ketika NasDem membawa gerakan perubahan maka, menjadi theatre of mind di publik dapat melahirkan sebuah harapan," ujar peneliti Institute Survei Indonesia (INSIS) Mochtar W Oetomo usai acara pengumuman hasil survei nasional bertema "Figur Politisi Muda di Mata Publik: Mendorong Pemimpin Alternatif" di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (9/12/2012).
Menurutnya, faktor lain yang membuat masyarakat dapat memilih NasDem, karena beberapa permasalahan hukum yang mendera parpol besar. Misalnya, Partai Demokrat dan Partai Golkar.
"Di Golkar belum bulat suara mereka dalam menentukan partai. Kemudian di partai lain belum memberikan konstruksi, ini memberikan ruang untuk NasDem," jelasnya.
Maka itu, pada Pemilu 2014 dia memprediksi akan ada partai seperti NasDem yang dapat memperoleh persentase tambahan suara. Asalkan, partai tersebut dapat menggunakan kelemahan yang tengah terjadi pada partai besar.
"Jadi, saya rasa 2014 akan ada partai baru yang akan ambil celah ini. Sehingga bisa mengambil angka 5-10 persen," pungkasnya.
(kur)