Jamkesnas muncul, Jamkesda hilang

Jum'at, 07 Desember 2012 - 16:24 WIB
Jamkesnas muncul, Jamkesda...
Jamkesnas muncul, Jamkesda hilang
A A A
Sindonews.com - Pemerintah saat ini tengah menyusun program Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) yang nantinya akan menjamin kesehatan dan melibatkan seluruh rakyat Indonesia.

Dengan adanya Jamkesnas yang akan dijalankan oleh Badan Pengelola Jaminan Kesehatan (BPJK) 2014 mendatang, dimungkinkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bisa hilang.

“Suatu ketika Jamkesda bisa saja hilang, tapi tentu butuh proses dan pentahapan. Kita juga sudah membuat road map mengenai pelaksanaan Jamkesnas ini agar bisa singkron dengan Jamkesda yang telah dilaksanakan selama ini. Namun sekali lagi program Jamkesnas ini masih dalam proses,” ujar Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dr Ali Ghufron Mukti, di Hotel Jogjakarta Plaza, Yogyakarta, Jumat (7/12/2012).

Ali Ghufron mengatakan, program Jamkesnas tersebut merupakan sistem untuk mewujudkan solidaritas sosial. Hal ini dikarenakan setiap masyarakat Indonesia wajib membayar sebuah iuran bermodel premi.

Program Jamkesnas layaknya subsidi silang, yang kaya membantu yang miskin, yang muda membantu yang tua dan yang sehat membantu yang sakit.

“Semua orang harus bayar kecuali bagi mereka yang tidak mampu membayar atau miskin, akan masuk menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang akan dibayar oleh pemerintah. BPJS sendiri memiliki fungsi mengelola iuran yang didapat dari masyarakat agar penggunaannya bisa efektif efisien,” imbuhnya.

Ali Ghufron menegaskan, jaminan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia akan terjamin melalui Jamkesnas tersebut. Hal ini dikarenakan iuran yang terkumpul tidak hanya untuk biaya pengobatan, tapi juga untuk melengkapi infrastruktur kesehatan di Indonesia. Terjaminnya kesehatan masyarakat ini diharapkan mampu turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mewujudkannyatentu membutuhkan biaya tersendiri dan upaya yang cukup substansial.

“Iuran yang akan dibayarkan sendiri rencananya sebesar Rp22.200 per-orang, per-bulan. Namun angka ini belum ditetapkan karena masih akan dikaji berapa besaran yang ideal. Dan saya kira sudah banyak daerah yang siap menjalankan program Jamkesnas seperti Aceh, DKI Jakarta,
DIY, Bali, Sulawesi Selatan maupun Sumatera selatan,” ungkapnya.
(rsa)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Segera Punya Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Hitungan Minggu
BGN Nunggak ke Pihak...
BGN Nunggak ke Pihak Ketiga Rp1,6 Triliun pada 2025, Ada untuk EO hingga Jasa Konsultan
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Prabowo Apresiasi Panen...
Prabowo Apresiasi Panen Raya Inisiasi TNI Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved