Andi tersangka, psikologis lingkungan Kemenpora terganggu
Jum'at, 07 Desember 2012 - 15:11 WIB
Andi tersangka, psikologis lingkungan Kemenpora terganggu
A
A
A
Sindonews.com – Penetapan tersangka Andi Alfian Mallarangeng dalam kasus proyek Hambalang akan berdampak buruk pada kinerja di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dampak paling kentara adalah secara pesikologis.
Para pekerja di lingkungan kantor yang baru saja ditinggalkan Andi Mallarangeng itu akan merasa tidak nyaman dalam melaksanakan tugasnya. Bahkan, aktifitas di Kemenpora tersebut terancam tidak efektif.
“Meski sulit ditutupi, jika pimpinan kementerian tersandung perkara hukum, apalagi berstatus hukum sebagai tersangka, pasti akan menganggu soliditas tim serta berdampak pada psikologi kerja yang tidak nyaman," ujar KetuaDewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Kondisi ini teperburuk dengan banyaknya pekerjaan yang belum terselesaikan di kementerian yang membidangi olahraga tersebut. Misalnya, soal ancaman sanksi federasi sepakbola internasiona (FIFA) kepada sepakbola Indonesia. Belum lagi masalah kepemudaan yang masih perlu penanganan dan perhatian serius dari Kemenpora. "Prestasi olahraga kita kan harus ditingkatkan," ucapnya.
Maka itu, sebagai mitra kerja Kemenpora di Komisi X DPR, dia berharap Presiden sebagai kepala pemerintahan, dapat memikirkan dampak nyata dari penetapan tersangka Menpora Andi Mallarangeng terhadap efektivitas kerja Kemenpora.
Para pekerja di lingkungan kantor yang baru saja ditinggalkan Andi Mallarangeng itu akan merasa tidak nyaman dalam melaksanakan tugasnya. Bahkan, aktifitas di Kemenpora tersebut terancam tidak efektif.
“Meski sulit ditutupi, jika pimpinan kementerian tersandung perkara hukum, apalagi berstatus hukum sebagai tersangka, pasti akan menganggu soliditas tim serta berdampak pada psikologi kerja yang tidak nyaman," ujar KetuaDewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati, Jakarta, Jumat (7/12/2012).
Kondisi ini teperburuk dengan banyaknya pekerjaan yang belum terselesaikan di kementerian yang membidangi olahraga tersebut. Misalnya, soal ancaman sanksi federasi sepakbola internasiona (FIFA) kepada sepakbola Indonesia. Belum lagi masalah kepemudaan yang masih perlu penanganan dan perhatian serius dari Kemenpora. "Prestasi olahraga kita kan harus ditingkatkan," ucapnya.
Maka itu, sebagai mitra kerja Kemenpora di Komisi X DPR, dia berharap Presiden sebagai kepala pemerintahan, dapat memikirkan dampak nyata dari penetapan tersangka Menpora Andi Mallarangeng terhadap efektivitas kerja Kemenpora.
(kur)