Jerat Andi, KPK harus waspada!
Jum'at, 07 Desember 2012 - 03:43 WIB
Jerat Andi, KPK harus waspada!
A
A
A
Sindonews.com - Dengan ditetapkannya Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi proyek anggaran pembangunan sport centre di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mulai meningkatkan kewaspadaannya.
Karena bukan suatu hal yang mustahil, Ketua KPK Abraham Samad dan pimpinan KPK lainnya, bernasib sama seperti mantan pimpinan KPK sebelumnya, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, serta Antasari Azhar.
"Harapan saya, mereka tetap waspada agar peristiwa Bibit-Chandra dan Antasari tidak menimpa mereka," ujar anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soestyo melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (6/12/2012).
Dia menambahkan, potensi yang mengarah ke situ cukup besar mengingat korupsi Hambalang, melibatkan banyak orang-orang besar. "Kalau melihat fakta-fakta yang sudah terungkap di publik, ini adalah kejahatan korporasi. Terencana, terstruktur dan rapih," terang Bambang.
Bambang mengakui, banyak perubahan drastis yang dilakukan oleh KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad. Tak hanya berani menetapkan seorang menteri menjadi tersangka, namun juga meningkatkan status kasus Century ke tingkat penyidikan.
"Jujur, saya angkat topi dan salut pada kepemimpinan Abraham ini. Century naik ke penyidikan, Hambalang sudah ada yang tersangka petinggi partai, dan menteri aktif. Ini baru dalam sejarah KPK," tuturnya.
"Kita tetap memberikan apresiasi kepada KPK. Karena, siapapun tahu Andi Mallarangeng adalah putra mahkota Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang gagal jadi ketua umum Partai Demokrat," tambahnya.
Karena bukan suatu hal yang mustahil, Ketua KPK Abraham Samad dan pimpinan KPK lainnya, bernasib sama seperti mantan pimpinan KPK sebelumnya, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, serta Antasari Azhar.
"Harapan saya, mereka tetap waspada agar peristiwa Bibit-Chandra dan Antasari tidak menimpa mereka," ujar anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soestyo melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (6/12/2012).
Dia menambahkan, potensi yang mengarah ke situ cukup besar mengingat korupsi Hambalang, melibatkan banyak orang-orang besar. "Kalau melihat fakta-fakta yang sudah terungkap di publik, ini adalah kejahatan korporasi. Terencana, terstruktur dan rapih," terang Bambang.
Bambang mengakui, banyak perubahan drastis yang dilakukan oleh KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad. Tak hanya berani menetapkan seorang menteri menjadi tersangka, namun juga meningkatkan status kasus Century ke tingkat penyidikan.
"Jujur, saya angkat topi dan salut pada kepemimpinan Abraham ini. Century naik ke penyidikan, Hambalang sudah ada yang tersangka petinggi partai, dan menteri aktif. Ini baru dalam sejarah KPK," tuturnya.
"Kita tetap memberikan apresiasi kepada KPK. Karena, siapapun tahu Andi Mallarangeng adalah putra mahkota Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang gagal jadi ketua umum Partai Demokrat," tambahnya.
(san)