Kinerja lambat, KPK salahkan Polri
Rabu, 05 Desember 2012 - 14:59 WIB
Kinerja lambat, KPK salahkan Polri
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas ikut menyalahkan kepolisian atas melemahnya kinerja KPK dalam menangani berbagai kasus korupsi.
Busyro menjelaskan, penarikan penyidik Polri bukan karena kesalahan kerja atau tidak adanya profesionalitas pimpinan KPK, melainkan karena tindakan sepihak Polri dalam menarik anggotanya.
“Service pelayanan publik di bidang pencegahan terutama penegakkan hukum, mudah-mudahan dipahami oleh masyarakat terjadi kelambatan dan itu bukan akibat dari KPK," kata Busyro Muqoddas, di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2012).
Menurut Busyro, meski Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji untuk memberikan revisi mengenai kepegawaian KPKl. Namun hal itu masih belum cukup memberikan efek positif bagi mereka. Terlebih ketika bulan ini Polri kembali menarik 13 anggotanya.
“Namun, akibat dari situasi yang sekarang ini, sekali lagi bukan karena manajemen KPK tapi diawali dari penarikan itu (penyidik KPK),“ tegasnya.
Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, lambannya kinerja KPK karena adanya penarikan para penyidik KPK yang ditarik secara besar-besaran oleh kepolisian. Alhasil, pengusutan kasus-kasus seperti skandal Bank Century, Hambalang, dan berbagai kasus korupsi lainnya menjadi terhambat.
Pasalnya, dengan penarikan tersebut, KPK tidak bisa berbuat banyak dalam penanganan kasus-kasus tersebut.
“Ini ada kendala di KPK. Penyidik yang tiba-tiba ditarik, ini juga jadi hambatan,“ kata Abraham saat ditemui dalam peluncuran buku KPK di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Senin 19 November 2012.
Abraham menegaskan, akibat penarikan tersebut, personel KPK dalam penyelesaian kasus berbagai kasus, menjadi berkurang.
“Bayangkan seluruh penyidik kita ditarik ketika sedang menangani penyidikan Hambalang, Century, dan lain-lain," tandasnya.
Busyro menjelaskan, penarikan penyidik Polri bukan karena kesalahan kerja atau tidak adanya profesionalitas pimpinan KPK, melainkan karena tindakan sepihak Polri dalam menarik anggotanya.
“Service pelayanan publik di bidang pencegahan terutama penegakkan hukum, mudah-mudahan dipahami oleh masyarakat terjadi kelambatan dan itu bukan akibat dari KPK," kata Busyro Muqoddas, di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2012).
Menurut Busyro, meski Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji untuk memberikan revisi mengenai kepegawaian KPKl. Namun hal itu masih belum cukup memberikan efek positif bagi mereka. Terlebih ketika bulan ini Polri kembali menarik 13 anggotanya.
“Namun, akibat dari situasi yang sekarang ini, sekali lagi bukan karena manajemen KPK tapi diawali dari penarikan itu (penyidik KPK),“ tegasnya.
Sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, lambannya kinerja KPK karena adanya penarikan para penyidik KPK yang ditarik secara besar-besaran oleh kepolisian. Alhasil, pengusutan kasus-kasus seperti skandal Bank Century, Hambalang, dan berbagai kasus korupsi lainnya menjadi terhambat.
Pasalnya, dengan penarikan tersebut, KPK tidak bisa berbuat banyak dalam penanganan kasus-kasus tersebut.
“Ini ada kendala di KPK. Penyidik yang tiba-tiba ditarik, ini juga jadi hambatan,“ kata Abraham saat ditemui dalam peluncuran buku KPK di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Senin 19 November 2012.
Abraham menegaskan, akibat penarikan tersebut, personel KPK dalam penyelesaian kasus berbagai kasus, menjadi berkurang.
“Bayangkan seluruh penyidik kita ditarik ketika sedang menangani penyidikan Hambalang, Century, dan lain-lain," tandasnya.
(maf)