Nasib KPK ada di tangan SBY
Rabu, 05 Desember 2012 - 12:25 WIB
Nasib KPK ada di tangan SBY
A
A
A
Sindonews.com - Lagi-lagi Mabes Polri melakukan penarikan besar-besaran terhadap 13 penyidiknya yang masih bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Oleh sebab itu, lembaga anti korupsi itu meminta pertolongan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"KPK sangat berharap pada presiden. Yang dikhawatirkan kalau (penyidik) ditarik, maka akan terbatas kinerja kami (KPK), jadinya tidak lancar," harap Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas saat ditemui di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Kav 37, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2012).
Langkah penyelematan tersebut, menurut mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu adalah, dengan cara melakukan revisi PP nomor No 3 Tahun 2005 tentang masa kerja penyidik secara cepat.
Busyro menegaskan, kunci penyelesaian masalah kejelasan penyidik KPK ada ditangan Presiden SBY melalui kebijakannya. Pasalnya, draf revisi sebelumnya telah dibahas oleh KPK dan lembaga terkait lainnya.
"Kuncinya ada di tangan Sesneg (Sekretaris Negara) dan Presiden (SBY). Kalau sudah ditandatangani ya jadi selesai," tegasnya.
"KPK sangat berharap pada presiden. Yang dikhawatirkan kalau (penyidik) ditarik, maka akan terbatas kinerja kami (KPK), jadinya tidak lancar," harap Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas saat ditemui di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Kav 37, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2012).
Langkah penyelematan tersebut, menurut mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu adalah, dengan cara melakukan revisi PP nomor No 3 Tahun 2005 tentang masa kerja penyidik secara cepat.
Busyro menegaskan, kunci penyelesaian masalah kejelasan penyidik KPK ada ditangan Presiden SBY melalui kebijakannya. Pasalnya, draf revisi sebelumnya telah dibahas oleh KPK dan lembaga terkait lainnya.
"Kuncinya ada di tangan Sesneg (Sekretaris Negara) dan Presiden (SBY). Kalau sudah ditandatangani ya jadi selesai," tegasnya.
(mhd)