Keterangan Dirut PT Garam & Idris Laena berbeda

Selasa, 04 Desember 2012 - 19:32 WIB
Keterangan Dirut PT...
Keterangan Dirut PT Garam & Idris Laena berbeda
A A A
Sindonews.com - Badan Kehormatan (BK) DPR RI telah meminta keterangan Direktur PT Garam Yulian Lintang soal dugaan adanya permintaan jatah ke sejumlah perusahaan BUMN. Selain Yulian Lintang, ternyata BK juga memanggil anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Idris Laena.

Tidak ada keterangan resmi, keterkaitan Idris dengan Yulian Lintang. Namun, dalam persoalan itu, Idris dipanggil karena mengadakan rapat di luar rapat DPR.

Ketua BK DPR RI M. Prakosa mengatakan, ada perbedaan keterangan dari kedua orang yang dipanggil itu. Perbedaan itu terletak pada substansi pembahasan dalam rapat anggota dewan dengan perusahaan BUMN.

"Sudah kita minta keterangan bersama-sama. Mengenai pertemuan-pertemuan agenda resmi , kedinasan, dan pertemuan di luar Gedung DPR. Namun masih terdapat perbedaan substansi pembahasan. Ini menjadi telaah dari kami bersebelas (anggota BK) untuk mengambil keputusan sesuai dengan apa-apa yang telah kami dapatkan," jelas Prakosa dalam jumpa persnya di Gedung DPR RI, Selasa (4/12/2012)

Lebih lanjut Prakosa mengatakan, dalam mengatasi hal ini BK akan merangkai pernyataan-pernyataan yang berbeda-beda untuk kemudian kembali ditelaah oleh BK.

"Kami bersebelas ini ibarat juri. Kita akan melakukan telaah secara mandiri. Keterangan yang sepotong-sepotong ini akan kita rangkai," jelasnya.

Kendati demikian, dirinya menyampaikan bahwa keterangan-keterangan yang sejauh ini didapat sudah dianggapnya cukup dan tetap akan menarik kesimpulan dan keputusan dari keterangan-keterangan yang didapat.

"Oleh karena itu rangkaian sidang etik dari laporan ini sudah cukup. Pengambilan keputusan akan kita rapatkan besok," pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Erick Thohir Ramal hanya...
Erick Thohir Ramal hanya 11 BUMN yang Bisa Setor Upeti ke Negara
DPR Didesak Bentuk Pansus...
DPR Didesak Bentuk Pansus Selidiki Dugaan Upeti Bahlil Lahadalia
Tak Pernah Bayar Upeti...
Tak Pernah Bayar Upeti ke Negara, PETI Langgar Konstitusi
Erick Thohir Lapor Rencana...
Erick Thohir Lapor Rencana Merger BUMN Galangan ke DPR
Komisi VI DPR Minta...
Komisi VI DPR Minta Performa Kementerian BUMN Terus Dijaga
Erick Thohir Pamer ke...
Erick Thohir Pamer ke DPR, Kontribusi BUMN Tembus Rp1.200 Triliun
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
5 Politeknik Terakreditasi...
5 Politeknik Terakreditasi Unggul BAN-PT, Dua Ada di Bandung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved