Imbauan presiden untuk menteri pembuat gaduh
Minggu, 02 Desember 2012 - 07:01 WIB
Imbauan presiden untuk menteri pembuat gaduh
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno mengapresiasi himbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dirinya juga mengamini pernyataan SBY, agar kader partainya dapat bekerja baik dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II (KIB).
"Imbauan tersebut patut didukung. Karena bagi PAN, kader-kader terbaik PAN yang ada di kabinet harus bekerja sebaik mungkin untuk suksesnya kabinet yang berarti bagus untuk rakyat," ujar Teguh saat dihubungi Sindonews, Minggu (2/12/2012)
Teguh pun mengakui, jika Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang dapat memecah konsentrasi para menteri dalam melakukan tugasnya.
"Soal Pemilu 2014 tidak dipungkiri pasti akan memecah konsentrasi para menteri yang dari parpol. Namun, saya yakin mereka memiliki kearifan untuk membagi waktu dan pemikirannya dengan baik, sehingga tidak menggangu kinerja mereka di kabinet," tuturnya.
Teguh sempat menyentil, jika imbauan SBY ini ditujukan untuk menteri yang senang membuat gaduh dunia perpolitikan.
"Namun yang pasti, imbauan SBY ini kan sebenarnya lebih ditujukan kepada menterinya yang sibuk bikin kegaduhan yang kontra produktif, bahkan telah menabrak etika kelembagaan," tandasnya.
Seperti diketahui, Ketua Dewan pembina Partai Demokrat itu sempat memberikan pernyataan terhadap menterinya di KIB II, agar tidak terpengaruh dengan ajang Pilpres 2014 dan tetap fokus melakukan tugasnya.
Pernyataan Presiden SBY itu dikemukaan saat memberikan pengarahan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kapolda, Kapolres, Panglima Kodam, dan Komandan Korem seluruh Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat 30 November 2012 kemarin.
"Imbauan tersebut patut didukung. Karena bagi PAN, kader-kader terbaik PAN yang ada di kabinet harus bekerja sebaik mungkin untuk suksesnya kabinet yang berarti bagus untuk rakyat," ujar Teguh saat dihubungi Sindonews, Minggu (2/12/2012)
Teguh pun mengakui, jika Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang dapat memecah konsentrasi para menteri dalam melakukan tugasnya.
"Soal Pemilu 2014 tidak dipungkiri pasti akan memecah konsentrasi para menteri yang dari parpol. Namun, saya yakin mereka memiliki kearifan untuk membagi waktu dan pemikirannya dengan baik, sehingga tidak menggangu kinerja mereka di kabinet," tuturnya.
Teguh sempat menyentil, jika imbauan SBY ini ditujukan untuk menteri yang senang membuat gaduh dunia perpolitikan.
"Namun yang pasti, imbauan SBY ini kan sebenarnya lebih ditujukan kepada menterinya yang sibuk bikin kegaduhan yang kontra produktif, bahkan telah menabrak etika kelembagaan," tandasnya.
Seperti diketahui, Ketua Dewan pembina Partai Demokrat itu sempat memberikan pernyataan terhadap menterinya di KIB II, agar tidak terpengaruh dengan ajang Pilpres 2014 dan tetap fokus melakukan tugasnya.
Pernyataan Presiden SBY itu dikemukaan saat memberikan pengarahan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kapolda, Kapolres, Panglima Kodam, dan Komandan Korem seluruh Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat 30 November 2012 kemarin.
(mhd)