Istana tunggu Adhi minta maaf ke SBY

Minggu, 02 Desember 2012 - 01:00 WIB
Istana tunggu Adhi minta...
Istana tunggu Adhi minta maaf ke SBY
A A A
Sindonews.com - Pihak Istana menilai, sikap politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang meminta maaf kepada Ibu Nuriah Abdurahman Wahid, dan keluarganya sebagai sikap kesatria.

Pernyataan Sutan sendiri terbakar oleh fitnah yang diutarakan Adhie Masardi kepada Presiden SBY. Adhie Masardi berkata SBY mendapat gelar dari Ratu Inggris, karena barter dengan Liquit Natural Gas (LNG) Tangguh. Selain itu, BP Migas dibubarkan disebut juga oleh Adhie Masardi sebagai bukti kalau SBY melindungi koruptor.

"Kalau pernyataan-pernyataan Adhie Masardi benar seperti itu, adalah sebuah perbuatan gegabah yang sepantasnya dimintakan pertanggung jawabannya. Persoalannya sekarang sosok seperti Adhie Masardi ini terbiasa untuk berani mempertanggung jawabkan perkataannya atau tidak," kata Staf Khusus Presiden Heru Lelono dalam pesan singkatnya, Sabtu (1/12/2012) malam.

Heru menilai, tuduhan Adhie Masardi tanpa bisa dibuktikan. Pasalnya, tidak ada tindakan untuk mengkonfirmasi pihak terkait.

"Apakah Adhie Masardi tidak sebaiknya bertanya mengapa, kepada siapa saja yang dulu membentuk dan menyetujui melahirkan BP Migas? Apakah SBY yg minta-minta gelar kepada Ratu Inggris? "Karena inisiatif pemberian gelar itu pasti berasal dari Ratu Inggris, coba AM tanya ke Ratu Inggris, mengapa memberi gelar untuk Presiden RI," tuturnya.

Dalam pandangan Heru, Indonesia tidak membutuhkan komponen bangsa yang hanya mengumbar permusuhan diantara anak bangsa. Drama ini adalah tambahan pendidikan berpolitik yang baik.

Menurutnya, Sutan dengan segala khilafnya karena terbakar emosional, dengan berani bersedia meminta maaf kepada keluarga mantan Presiden ke-4 itu.

"Kita tunggu sikap kesatria Adhie Masardi. Karena salah satu ciri kesatria adalah berbicara dan bersikap dengan jujur. Indonesia memerlukan semakin banyak komponen yang jujur, yang kesatria," pungkasnya.

Sekedar diketahui, dalam Dialog Kenegaraan DPD bertema "Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?" di DPD RI, Jumat 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan, migas jadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY.

Mendengar itu, Sutan membalasnya dengan mengatakan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate. Akibat pernyataannya itu, politikus kelahiran Pematang Siantar harus menerima kecaman dari berbagai pihak.
(mhd)
Berita Terkait
Cermati, Perubahan Prilaku...
Cermati, Perubahan Prilaku Konsumen hingga PascaPandemi
Prilaku Protokol Kesehatan...
Prilaku Protokol Kesehatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
Pramuka Diharapkan Jadi...
Pramuka Diharapkan Jadi Contoh Perubahan Prilaku
Banking Consumer Megashifts
Banking Consumer Megashifts
Bangkitnya Destinasi...
Bangkitnya Destinasi Wisata Lokal
Begini Cara Bobby Nasution...
Begini Cara Bobby Nasution Hilangkan Prilaku KKN di Pemko Medan
Berita Terkini
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved