Kapolda Gorontalo bantah palsukan surat mutasi
Jum'at, 30 November 2012 - 16:46 WIB
Kapolda Gorontalo bantah palsukan surat mutasi
A
A
A
Sindonews.com - Kapolda Gorontalo Brigjen Budi Waseso membantah dirinya disebut melakukan tindak pemalsuan surat mutasi untuk Wakil Kepala Polda Sulawesi Utara (Sulut) Jenmard Mangolui Simatupang dan beberapa pejabat lainnya.
Akibat pemalsuan surat mutasi tersebut, Jenmard dan beberapa pejabat lainnya dimutasi sebagai perwira nonjob di Layanan Markas Besar Polri.
Diduga, Budi melakukan pemalsuan surat mutasi saat dirinya menjabat sebagai Kepala Biro Pengamanan (Paminal) Internal Polri.
"Saya enggak ngerti, saya enggak malsukan kok. Saya itu bertugas atas perintah pimpinan. Hasilnya saya serahkan ke pimpinan. Keputusan ada di pimpinan," ujar Budi, di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Namun begitu, Budi mengaku tak masalah jika disebut demikian. Baginya, hal tersebut merupakan risiko tugas yang diembannya.
Budi menegaskan, pemutasian Jenmard dan beberapa rekannya sudah sesuai dengan hasil penyelidikan.
"Yang jelas kita sebagai kepala biro pengamanan tidak mungkin main-main. Itu pertaruhan jabatan. Adil, jujur, paling penting. Saya bicara fakta," tegas Budi.
Hingga saat ini, lanjut Budi, dirinya belum diberi ataupun memberikan klarifikasi kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait kasus tersebut. Kata dia, klarifikasi baru akan dimintai jika Kapolri memberikan rekomendasi.
Budi juga menyatakan kesiapannya jika dimintai klarifikasi atau tuduhan pemalsuan surat tersebut. "Sangat siap, kita aparat penegak hukum sangat siap," tutupnya.
Seperti diberitakan, Jenmard dimutasi lantaran diduga menerima suap. Akibatnya dia dicopot dari jabatanya sebagai Wakapolda Sulut dan kini menjadi perwira nonjob di Layanan Markas Besar Polri.
Akibat pemalsuan surat mutasi tersebut, Jenmard dan beberapa pejabat lainnya dimutasi sebagai perwira nonjob di Layanan Markas Besar Polri.
Diduga, Budi melakukan pemalsuan surat mutasi saat dirinya menjabat sebagai Kepala Biro Pengamanan (Paminal) Internal Polri.
"Saya enggak ngerti, saya enggak malsukan kok. Saya itu bertugas atas perintah pimpinan. Hasilnya saya serahkan ke pimpinan. Keputusan ada di pimpinan," ujar Budi, di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Namun begitu, Budi mengaku tak masalah jika disebut demikian. Baginya, hal tersebut merupakan risiko tugas yang diembannya.
Budi menegaskan, pemutasian Jenmard dan beberapa rekannya sudah sesuai dengan hasil penyelidikan.
"Yang jelas kita sebagai kepala biro pengamanan tidak mungkin main-main. Itu pertaruhan jabatan. Adil, jujur, paling penting. Saya bicara fakta," tegas Budi.
Hingga saat ini, lanjut Budi, dirinya belum diberi ataupun memberikan klarifikasi kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait kasus tersebut. Kata dia, klarifikasi baru akan dimintai jika Kapolri memberikan rekomendasi.
Budi juga menyatakan kesiapannya jika dimintai klarifikasi atau tuduhan pemalsuan surat tersebut. "Sangat siap, kita aparat penegak hukum sangat siap," tutupnya.
Seperti diberitakan, Jenmard dimutasi lantaran diduga menerima suap. Akibatnya dia dicopot dari jabatanya sebagai Wakapolda Sulut dan kini menjadi perwira nonjob di Layanan Markas Besar Polri.
(rsa)