Golkar salah langkah tetapkan Ical
Jum'at, 30 November 2012 - 16:28 WIB
Golkar salah langkah tetapkan Ical
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar dinilai gagal dalam membaca peta politik jelang Pemilu 2014. Hal itu terlihat dari penetapan terlalu dini Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (Capres) pilihan dari partai berlambang pohon beringin itu.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, partai itu menutup aspirasi yang berkembang mengenai siapa capres pilihan pendukung Golkar.
“Tak bisa ditutupi, pencapresan itu (Ical) seolah mengabaikan apa kebutuhan bangsa yang sebenarnya. Sehingga sosok yang dimunculkan tidak akan menuai kontroversi," kata Siti saat dihubungi Sindonews, Jumat (30/11/2012).
Siti menjelaskan hal itu, lantaran sosok Ical telah terganjal berbagai persoalan. Mulai dari kasus Lapindo yang tak kunjung reda, hingga turunnya pamor Ical sebagai capres dari hasil survei.
"Golkar tidak mempunyai banyak pilihan untuk memperbaiki kesalahan mereka dalam penetapan Ical. Golkar akan wait and see terhadap perkembangan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014 yang dinamikanya cenderung semarak oleh munculnya calon alternatif, terangnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, sebagai partai besar, Golkar harusnya cerdas membaca iklim politik dan psikologi politik masyarakat yang sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap elite dan peminpin.
“Gagal dalam membaca dinamika tersebut, akan membuat Golkar kehilangan kesempatan pada Pemilu 2014,“ tandasnya.
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, partai itu menutup aspirasi yang berkembang mengenai siapa capres pilihan pendukung Golkar.
“Tak bisa ditutupi, pencapresan itu (Ical) seolah mengabaikan apa kebutuhan bangsa yang sebenarnya. Sehingga sosok yang dimunculkan tidak akan menuai kontroversi," kata Siti saat dihubungi Sindonews, Jumat (30/11/2012).
Siti menjelaskan hal itu, lantaran sosok Ical telah terganjal berbagai persoalan. Mulai dari kasus Lapindo yang tak kunjung reda, hingga turunnya pamor Ical sebagai capres dari hasil survei.
"Golkar tidak mempunyai banyak pilihan untuk memperbaiki kesalahan mereka dalam penetapan Ical. Golkar akan wait and see terhadap perkembangan Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014 yang dinamikanya cenderung semarak oleh munculnya calon alternatif, terangnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, sebagai partai besar, Golkar harusnya cerdas membaca iklim politik dan psikologi politik masyarakat yang sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap elite dan peminpin.
“Gagal dalam membaca dinamika tersebut, akan membuat Golkar kehilangan kesempatan pada Pemilu 2014,“ tandasnya.
(maf)