SBY: Kepala daerah harus paham kondisi terkini
Jum'at, 30 November 2012 - 15:17 WIB
SBY: Kepala daerah harus paham kondisi terkini
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kepada kepala daerah dan pimpinan aparat keamanan peka terhadap situasi terkini di daerahnya masing-masing.
Hal itu perlu dilakukan untuk meredam terkait sering bergejolaknya keamanan di beberapa daerah di Indonesia.
"Sensitiflah terhadap isu yang berkembang. Peka kalau ada keganjilan, sensitif kalau ada ketegangan di masyarakat, di komunitas," kata Presiden SBY saat memberikan pengarahan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kapolda, Kepolres, Panglima Kodam, dan Komandan Korem seluruh Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2012).
Presiden SBY memberikan intruksi tersebut khusus untuk para Kapolres dan Bupati/Wali Kota, karena mereka dianggap mengerti situasi di daerahnya. Sementara pimpinan di tingkat Gubernur ke atas, sulit mengetahui karena terkendala jarak.
"Sudah tidak peka, tidak sensitif tersumbat pula saluran komunikasinya sehingga menjadi ledakan-ledakan aksi kekerasan," ucapnya.
Presiden mengatakan, instruksi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya konflik komunal, seiring banyaknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar, dan aksi demonstrasi buruh.
"Tegas dan tuntas. Jangan menghindar, jangan membiarkan. Dengan kepemimpinan lapangan yang baik, berikan rasa aman di masyarakat, dengan memberikan kepastian hukum, dan tidak membiarkan aksi kekerasan terjadi," pungkasnya.
Hal itu perlu dilakukan untuk meredam terkait sering bergejolaknya keamanan di beberapa daerah di Indonesia.
"Sensitiflah terhadap isu yang berkembang. Peka kalau ada keganjilan, sensitif kalau ada ketegangan di masyarakat, di komunitas," kata Presiden SBY saat memberikan pengarahan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, Kapolda, Kepolres, Panglima Kodam, dan Komandan Korem seluruh Indonesia di Hotel Sahid Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2012).
Presiden SBY memberikan intruksi tersebut khusus untuk para Kapolres dan Bupati/Wali Kota, karena mereka dianggap mengerti situasi di daerahnya. Sementara pimpinan di tingkat Gubernur ke atas, sulit mengetahui karena terkendala jarak.
"Sudah tidak peka, tidak sensitif tersumbat pula saluran komunikasinya sehingga menjadi ledakan-ledakan aksi kekerasan," ucapnya.
Presiden mengatakan, instruksi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya konflik komunal, seiring banyaknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar, dan aksi demonstrasi buruh.
"Tegas dan tuntas. Jangan menghindar, jangan membiarkan. Dengan kepemimpinan lapangan yang baik, berikan rasa aman di masyarakat, dengan memberikan kepastian hukum, dan tidak membiarkan aksi kekerasan terjadi," pungkasnya.
(maf)