OPM akan ulang tahun, Papua gejolak
Jum'at, 30 November 2012 - 11:54 WIB
OPM akan ulang tahun, Papua gejolak
A
A
A
Sindonews.com - Gejolak yang terjadi di Papua belakangan terakhir dinilai karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) akan berulang tahun pada 1 Desember 2012 besok.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menyatakan, kisruh tersebut dimaksudkan sebagai upaya menunjukkan eksistensinya.
"Menjelang hari H (ulang tahun), ada upaya-upaya atau langkah-langkah untuk menunjukkan eksistensinya (OPM)," ujar Marciano, di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Marciano, seluruh aparat di daerah disarankan untuk mengantisipati dengan mengambil langkah-langkah pencegahan.
Selain itu, para Kapolda, dan gubernur juga diminta untuk melakukan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi dan mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Meski begitu, Marciano mengaku tidak akan menambah pasukan menjelang perayaan HUT OPM besok. "Semua kekuatan yang ada di wilayah, tidak ada penambahan-penambahan," kata Marciano.
Seperti diketahui, tiga polisi di Polsek Pirime ditembak mati dan dibakar pada Selasa 27 November 2012 dini hari. Salah satu yang tewas adalah Kapolda Pirime Ipda Rolvi Takubesi.
Dia bersama dua anggotanya Briptu Jefri, dan Briptu Daniel, menjadi korban kebrutalan kelompok bersenjata yang diduga merupakan kelompok OPM.
Selain luka tembak, jenazah didapati dalam kondisi terbakar. Senjata api yang dipegang mereka juga diketahui dibawa kabur para pelaku.
Tak hanya itu, rombongan Kapolda Papua yang akan menuju Polsek Pimire juga ditembak kelompok bersenjata.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menyatakan, kisruh tersebut dimaksudkan sebagai upaya menunjukkan eksistensinya.
"Menjelang hari H (ulang tahun), ada upaya-upaya atau langkah-langkah untuk menunjukkan eksistensinya (OPM)," ujar Marciano, di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Marciano, seluruh aparat di daerah disarankan untuk mengantisipati dengan mengambil langkah-langkah pencegahan.
Selain itu, para Kapolda, dan gubernur juga diminta untuk melakukan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi dan mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Meski begitu, Marciano mengaku tidak akan menambah pasukan menjelang perayaan HUT OPM besok. "Semua kekuatan yang ada di wilayah, tidak ada penambahan-penambahan," kata Marciano.
Seperti diketahui, tiga polisi di Polsek Pirime ditembak mati dan dibakar pada Selasa 27 November 2012 dini hari. Salah satu yang tewas adalah Kapolda Pirime Ipda Rolvi Takubesi.
Dia bersama dua anggotanya Briptu Jefri, dan Briptu Daniel, menjadi korban kebrutalan kelompok bersenjata yang diduga merupakan kelompok OPM.
Selain luka tembak, jenazah didapati dalam kondisi terbakar. Senjata api yang dipegang mereka juga diketahui dibawa kabur para pelaku.
Tak hanya itu, rombongan Kapolda Papua yang akan menuju Polsek Pimire juga ditembak kelompok bersenjata.
(rsa)