Kompol Hendy belum tentu benar 100 persen

Kamis, 29 November 2012 - 23:02 WIB
Kompol Hendy belum tentu...
Kompol Hendy belum tentu benar 100 persen
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pernyataan eks penyidik KPK Kompol Hendy F Kurniawan belum tentu benar 100 persen.

"Kan tidak selalu 100 persen benar atau 50 persen benar atau 100 persen salah atau 50 persen benar. Bisa ada 50 persen benar, 50 persen salah. Karena, dari pernyataan eks penyidik Polri dan kejaksaan, ada yang bertabrakan," kata Juru Bicara (Jubir) KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Dia menuturkan, eks penyidik KPK yang berasal dari unsur kejaksaan yang bertugas satu tim dengan Hendy menyampaikan, apa yang dilakukan KPK dan Abraham dalam gelar perkara sesuai prosedur.

"Saya berbicara itu soal satu atau dua yang mangatakan. Itu dari puluhan atau ratusan yang ada dan pernah ada di KPK. Harus dipahami dulu. Karena ada testimoni yang berbeda," paparnya.

Dia berharap, publik jangan menyimpulkan langsung ada yang tak beres, dan ada yang tidak profesional dalam bertugas di KPK.

Apalagi sampai menyerang ke pribadi Ketua KPK. Johan menyatakan, dari dua kasus yang disampaikan Hendy yakni kasus Miranda S Goeltom dan Angelina Sondakh, semuanya melalui mekanisme dan jalur yang benar.

"Kalau salah, mana mungkin hakim di pengadilan memutus vonis tersangka Miranda bersalah. Ini kan dia di vonis bersalah. Soal sprindiknya Angelina, itu kan sudah lama diperbincangkan. Kalau itu salah, kenapa bisa masuk ke pengadilan. Sekarangkan pun bisa disidangkan," paparnya.

Johan membeberkan, terkait pernyataan Hendy pun tidak bisa disangkutpautkan dengan institusi KPK dan Polri. Menurutnya, dari pemberitaan Polri sudah menyampaikan Hendy berbicara tanpa sepengetahuan institusi dan akan diberi sanksi.

"Artinya apa? itu orang perorang. Sejauh yang saya tahu dan saya baca pengundurannya itu dengan kalimat yang bagus. Di surat tidak ada sama sekali perkataan-perkataan yang diungkapkannya beberapa hari lalu di media. KPK menganggap itu pribadi-pribadi bukan institusi," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Eks Penyidik Desak Firli...
Eks Penyidik Desak Firli Bahuri Mundur sebagai Ketua KPK
Giliran Kasatgas Penyidikan...
Giliran Kasatgas Penyidikan KPK Kembali ke Polri
Beredar Informasi Penyidik...
Beredar Informasi Penyidik Protes Brigjen Endar Dicopot, Ini Penjelasan KPK
Ketua KPK Lantik 6 Penyidik...
Ketua KPK Lantik 6 Penyidik dan 2 Penyelidik Baru, Semuanya Polisi
KPK Dalami Penyokong...
KPK Dalami Penyokong Dana Harun Masiku selama Masa Pelarian
KPK Bakal Dapat Mobil...
KPK Bakal Dapat Mobil Dinas, Febri Diansyah Ditanya soal Keputusan Mundurnya
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved