Ical tak populer, Golkar belum mau evaluasi
Kamis, 29 November 2012 - 17:22 WIB
Ical tak populer, Golkar belum mau evaluasi
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa kali hasil survei dari berbagai lembaga survei, calon presiden (Capres) Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) selalu berada di bawah mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Bahkan hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI), nama Ical tidak tercantum dalam 18 tokoh yang dinilai mampu menjadi capres 2014 mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aziz Syamsudin mengatakan pihaknya tetap akan konsisten mengusung Ical sebagai calon presiden. Pihaknya hingga saat ini juga belum merencanakan evaluasi pencapresannya mengingat elektabilitasnya yang selalu dinilai rendah.
"Sejauh ini belum ada pembahasan ke arah sana, karena sudah diputuskan dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas)," ujar Aziz, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Aziz menilai, hasil survei yang baru dirilis tersebut belum tentu sesuai dengan suara rakyat, pasalnya hal itu bisa saja tidak sesuai dengan prediksi.
Keyakinannya didasari saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang menyebutkan Fauzi Bowo akan keluar jadi pemenang, namun ternyata pasangan Jokowi-Ahok malah jadi pemenangnya.
"Itu kan belum final, akurasinya juga belum final," ujarnya.
Kendati begitu, Wakil Ketua Komisi III ini tetap akan melihat hasil survei tersebut sebagai cambuk dan masukan dalam pembahasan internal partainya.
Golkar, imbuh Aziz, tetap kukuh akan menjalankan hasil Rapimnas partainya yang menetapkan Ical sebagai capres dari Partai Golkar. "Tidak keputusan lain yang bisa mencabut, kecuali melalui forum yang sama," tegasnya.
Dia juga kembali menegaskan tidak ada wacana untuk menggelar rapimnas dalam waktu dekat terkait evaluasi pencapresan Ical.
"Ya enggak tahu besok (ada rapimnas), tapi mudah-mudahan tidak, saya harapkan tidak. Kita sudah bulat usung Pak Ical," pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aziz Syamsudin mengatakan pihaknya tetap akan konsisten mengusung Ical sebagai calon presiden. Pihaknya hingga saat ini juga belum merencanakan evaluasi pencapresannya mengingat elektabilitasnya yang selalu dinilai rendah.
"Sejauh ini belum ada pembahasan ke arah sana, karena sudah diputuskan dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas)," ujar Aziz, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Aziz menilai, hasil survei yang baru dirilis tersebut belum tentu sesuai dengan suara rakyat, pasalnya hal itu bisa saja tidak sesuai dengan prediksi.
Keyakinannya didasari saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang menyebutkan Fauzi Bowo akan keluar jadi pemenang, namun ternyata pasangan Jokowi-Ahok malah jadi pemenangnya.
"Itu kan belum final, akurasinya juga belum final," ujarnya.
Kendati begitu, Wakil Ketua Komisi III ini tetap akan melihat hasil survei tersebut sebagai cambuk dan masukan dalam pembahasan internal partainya.
Golkar, imbuh Aziz, tetap kukuh akan menjalankan hasil Rapimnas partainya yang menetapkan Ical sebagai capres dari Partai Golkar. "Tidak keputusan lain yang bisa mencabut, kecuali melalui forum yang sama," tegasnya.
Dia juga kembali menegaskan tidak ada wacana untuk menggelar rapimnas dalam waktu dekat terkait evaluasi pencapresan Ical.
"Ya enggak tahu besok (ada rapimnas), tapi mudah-mudahan tidak, saya harapkan tidak. Kita sudah bulat usung Pak Ical," pungkasnya.
(rsa)