SBY tak suka menterinya sibuk di politik
Kamis, 29 November 2012 - 00:09 WIB
SBY tak suka menterinya sibuk di politik
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingatkan para menterinya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk mengedepankan program kerjangan, ketimbang ngurusin partai politik (parpol).
"Bila ada tugas atau agenda lain dari menteri yang berasal dari partai politik maupun non partisan dalam kabinet, presiden melihat sebagai hal wajar dalam politik. Namun, agenda politik tidak harus diprioritaskan bila ada hal lain yang lebih besar, yakni kepentingan nasional yang ditujukan untuk rakyat," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkatnya, Rabu (28/11/2012).
Dia juga mengatakan, pernyataan Presiden SBY pada saat sidang kabinet paripurna kemarin adalah bentuk peringatan bagi para menteri dan pembantunya.
"Konteksnya, Presiden mengingatkan agar para menteri KIB II tetap pada komitmennya dalam menjalankan tugas di pemerintahan hingga masa bakti 2014," ujar Julian dalam pesan singkatnya, Rabu (28/11/2012).
Katanya, kesuksesan pemerintahan bukan pada kesuksesan presiden semata, melainkan juga kesuksesan dari kabinet secara bersama.
"Etika politiknya, my loyalty to my party ends where my loyalty to my country begins. Dan rencana kerja pemerintah (RKP) wajib dijalankan sebagai bagian dari amanah tugas dan tanggung jawab," katanya.
Oleh karenanya, sambung Julian, presiden tak menginginkan pembantunya tersebut memiliki agenda sendiri di luar kabinet.
"Berhubung masih bersama dalam kabinet KIB dua, etisnya tidak perlu ada agenda sendiri di luar kebijakan presiden. Hal itu yang diingatkan presiden kepada semua aggota KIB dua," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengkritik anggota kabinetnya lantaran yang sibuk bertingkah dan malah mengesampingkan program kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh SBY.
"Saya memantau apa yang dilaksanakan para menteri. Saya ingatkan. Kita ini ada dalam satu kabinet. Kabinet punya rencana kerja, program kerja, APBN dan sejumlah kebijakan yang saya intruksikan baik lisan maupun tertulis. Wajib hukumnya semua jalankan itu," ungkap SBY saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 27 November 2012 kemarin.
"Bila ada tugas atau agenda lain dari menteri yang berasal dari partai politik maupun non partisan dalam kabinet, presiden melihat sebagai hal wajar dalam politik. Namun, agenda politik tidak harus diprioritaskan bila ada hal lain yang lebih besar, yakni kepentingan nasional yang ditujukan untuk rakyat," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkatnya, Rabu (28/11/2012).
Dia juga mengatakan, pernyataan Presiden SBY pada saat sidang kabinet paripurna kemarin adalah bentuk peringatan bagi para menteri dan pembantunya.
"Konteksnya, Presiden mengingatkan agar para menteri KIB II tetap pada komitmennya dalam menjalankan tugas di pemerintahan hingga masa bakti 2014," ujar Julian dalam pesan singkatnya, Rabu (28/11/2012).
Katanya, kesuksesan pemerintahan bukan pada kesuksesan presiden semata, melainkan juga kesuksesan dari kabinet secara bersama.
"Etika politiknya, my loyalty to my party ends where my loyalty to my country begins. Dan rencana kerja pemerintah (RKP) wajib dijalankan sebagai bagian dari amanah tugas dan tanggung jawab," katanya.
Oleh karenanya, sambung Julian, presiden tak menginginkan pembantunya tersebut memiliki agenda sendiri di luar kabinet.
"Berhubung masih bersama dalam kabinet KIB dua, etisnya tidak perlu ada agenda sendiri di luar kebijakan presiden. Hal itu yang diingatkan presiden kepada semua aggota KIB dua," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengkritik anggota kabinetnya lantaran yang sibuk bertingkah dan malah mengesampingkan program kerja dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh SBY.
"Saya memantau apa yang dilaksanakan para menteri. Saya ingatkan. Kita ini ada dalam satu kabinet. Kabinet punya rencana kerja, program kerja, APBN dan sejumlah kebijakan yang saya intruksikan baik lisan maupun tertulis. Wajib hukumnya semua jalankan itu," ungkap SBY saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 27 November 2012 kemarin.
(mhd)