Mantan PR Merpati merasa difitnah?
Rabu, 28 November 2012 - 17:09 WIB
Mantan PR Merpati merasa difitnah?
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Vice President Public Relation (PR) PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sudyarto mengaku telah difitnah dan intimidasi Direktur Utama (Dirut) PT MNA Rudi Setyopurnomo.
Dihadapan wartawan, dirinya menceritakan adanya ketidakberesan dalam tubuh perusahaan BUMN itu terkait dirinya, Dirut PT MNA Rudi Setyopurnomo, dan anggota Komisi XI DPR Sumaryoto. Ketidakberesan itu berawal dari penerbitan buku 50th Merpati, yang ditulis oleh Sumaryoto.
"Ini berawal dari buku 50th Merpati. Dimana buku tersebut penulisnya adalah Pak Sumaryoto. Pada jaman Dirut lama, Pak Sardjono Jhony. Di Merpati kita punya program untuk menguntungkan pelanggan Merpati. Semacam komitmen kami untuk berubah, salah satunya adalah penulisan buku 50th Merpati," kata Sudyarto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Menurut Sudyarto, ketika Dirut PT MNA yang baru Rudy Setyopurnomo menjabat, semua program Direktur lama dihapuskan. Termasuk pembuatan buku tersebut dan memutuskan kontrak dengan Sumaryoto (anggota dewan penulis buku tersebut).
"Setelah Pak Rudy menjabat sebagai direktur PT MNA, semua programnya Pak Jhony di-cancel, temasuk penulisan buku. Padahal sudah ada kontrak lalu dibatalkan, pembatalannya tanggal 15 Juni," ucapnya.
Sudyarto menjelaskan, anggaran proyek penulisan buku tersebut, dimana ia sempat difitnah Rudy mengambil Rp600 juta dari anggaran itu.
"Buku ini anggarannya Rp800 juta. Rp200 juta untuk penulis, dan Rp600 juta untuk kepercetakan. Nah hal inilah yang kemudian difitnahkan kepada saya, bahwa saya mengambil Rp600 juta itu," tuturnya.
Seperti diketahui, terungkapnya data diatas terkait dengan laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, soal pemerasan oknum DPR terhadap BUMN.
Dihadapan wartawan, dirinya menceritakan adanya ketidakberesan dalam tubuh perusahaan BUMN itu terkait dirinya, Dirut PT MNA Rudi Setyopurnomo, dan anggota Komisi XI DPR Sumaryoto. Ketidakberesan itu berawal dari penerbitan buku 50th Merpati, yang ditulis oleh Sumaryoto.
"Ini berawal dari buku 50th Merpati. Dimana buku tersebut penulisnya adalah Pak Sumaryoto. Pada jaman Dirut lama, Pak Sardjono Jhony. Di Merpati kita punya program untuk menguntungkan pelanggan Merpati. Semacam komitmen kami untuk berubah, salah satunya adalah penulisan buku 50th Merpati," kata Sudyarto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Menurut Sudyarto, ketika Dirut PT MNA yang baru Rudy Setyopurnomo menjabat, semua program Direktur lama dihapuskan. Termasuk pembuatan buku tersebut dan memutuskan kontrak dengan Sumaryoto (anggota dewan penulis buku tersebut).
"Setelah Pak Rudy menjabat sebagai direktur PT MNA, semua programnya Pak Jhony di-cancel, temasuk penulisan buku. Padahal sudah ada kontrak lalu dibatalkan, pembatalannya tanggal 15 Juni," ucapnya.
Sudyarto menjelaskan, anggaran proyek penulisan buku tersebut, dimana ia sempat difitnah Rudy mengambil Rp600 juta dari anggaran itu.
"Buku ini anggarannya Rp800 juta. Rp200 juta untuk penulis, dan Rp600 juta untuk kepercetakan. Nah hal inilah yang kemudian difitnahkan kepada saya, bahwa saya mengambil Rp600 juta itu," tuturnya.
Seperti diketahui, terungkapnya data diatas terkait dengan laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, soal pemerasan oknum DPR terhadap BUMN.
(maf)