Dirut Merpati minta maaf ke Hatta
Rabu, 28 November 2012 - 16:50 WIB
Dirut Merpati minta maaf ke Hatta
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama (Dirut) PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo meminta maaf, terkait kesalahan pencantuman nama anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Hatta.
Sambil menjabat tangan Hatta dirinya memohon maaf dan mengakui ada kesalahan pencantuman nama yang melibatkan politikus PAN itu.
"Saya klarifikasi Pak Hatta tidak hadir dalam pertemuan tanggal 1 Oktober itu," ucapnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Diduga ceroboh menuliskan nama, Rudy tidak menampik pemberitaan yang diberitakan beberapa media massa. "Saya bukan menulis, saya tidak menulis laporan ke BK. Tapi, Saya melaporkan ke Pak Dahlan," katanya.
Dia juga mengatakan, dalam hal tersebut Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak bersalah, melainkan dirinya yang bersalah. "Enggak, bukan Pak Dahlan yang salah. Saya yang salah," ujarnya memelas.
Dia menambahkan, kesalahan itu tidak bermaksud untuk menghancurkan nama politikus PAN tersebut. "Saya kira, saya mohon maaf kepada Pak Hatta. Bahwa saya salah dalam menulis nama Pak Muhammad Hatta. Saya tidak berniat menghancurkan nama Pak Hatta. Saya siap digugat hukum," ujarnya.
Dia juga membantah kembali merevisi atau meralat penulisan nama oknum anggota DPR yang memeras BUMN.
"Enggak, enggak ada nama lagi yang direvisi. Cuma Pak Hatta saja, dan tidak ada pemerasan, adanya pertemuan," ucapnya singkat.
Seperti diketahui sebelumnya, Dirut PT Merpati sempat merevisi dua nama anggota dewan yaitu Andi Timo Pangerang (Partai Demokrat) dan M Ikhlas El Qudsi (PAN) kemudian diganti dengan dua nama yaitu Saidi Butar Butar (Partai Demokrat) dan Muhammad Hatta (PAN).
Sambil menjabat tangan Hatta dirinya memohon maaf dan mengakui ada kesalahan pencantuman nama yang melibatkan politikus PAN itu.
"Saya klarifikasi Pak Hatta tidak hadir dalam pertemuan tanggal 1 Oktober itu," ucapnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Diduga ceroboh menuliskan nama, Rudy tidak menampik pemberitaan yang diberitakan beberapa media massa. "Saya bukan menulis, saya tidak menulis laporan ke BK. Tapi, Saya melaporkan ke Pak Dahlan," katanya.
Dia juga mengatakan, dalam hal tersebut Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak bersalah, melainkan dirinya yang bersalah. "Enggak, bukan Pak Dahlan yang salah. Saya yang salah," ujarnya memelas.
Dia menambahkan, kesalahan itu tidak bermaksud untuk menghancurkan nama politikus PAN tersebut. "Saya kira, saya mohon maaf kepada Pak Hatta. Bahwa saya salah dalam menulis nama Pak Muhammad Hatta. Saya tidak berniat menghancurkan nama Pak Hatta. Saya siap digugat hukum," ujarnya.
Dia juga membantah kembali merevisi atau meralat penulisan nama oknum anggota DPR yang memeras BUMN.
"Enggak, enggak ada nama lagi yang direvisi. Cuma Pak Hatta saja, dan tidak ada pemerasan, adanya pertemuan," ucapnya singkat.
Seperti diketahui sebelumnya, Dirut PT Merpati sempat merevisi dua nama anggota dewan yaitu Andi Timo Pangerang (Partai Demokrat) dan M Ikhlas El Qudsi (PAN) kemudian diganti dengan dua nama yaitu Saidi Butar Butar (Partai Demokrat) dan Muhammad Hatta (PAN).
(mhd)