Keterbatasan modal membuat perempuan malas berpolitik

Rabu, 28 November 2012 - 11:56 WIB
Keterbatasan modal membuat...
Keterbatasan modal membuat perempuan malas berpolitik
A A A
Sindonews.com - Keterbatasan modal dianggap sebagai salah satu faktor perempuan enggan untuk terjun dalam dunia politik. Biaya politik yang mahal dan berbagai tekanan dalam pengambilan keputusan membuat mereka berpikir untuk ikut berpartisipasi.

Persoalan ini, merupakan hasil temuan enam peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Keterbatasan materi juga menjadi kendala bagi perempuan, karena biaya politik yang mahal dan tekanan yang dialami membuat perempuan harus melakukan kalkulasi secara cermat ketika ingin terjun dalam dunia politik," jelas Koordinator tim peneliti politik LIPI, Sri Yanuarti dalam acara diskusi dan launching buku berjudul "Perempuan, Partai Politk dan Parleman" di Kantor LIPI, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2012).

Dia menambahkan, faktor lain yang membuat perempuan menolak berpolitik, karena masalah persepsi kultural peran perempuan di Indonesia. Dia pun mencontohkan beberapa daerah yang membuat peran perempuan dalam berpolitik kembali harus digagalkan, karena status gender.

"Misal di NTB dukungan atau tidak pada keluarga. Kalau di Aceh dan Papua dengan latar belakang konflik sehingga mempengaruhi persepsi perempuan mengenai identitas mereka sendiri. Selain itu, problem kultural yang dibalut nilai agama masih dominan di Aceh," tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, status perempuan juga mempengaruhi mengapa mereka memilih untuk tidak berpolitik, karena mereka memiliki keterbatasan dalam penentuan kebijakan.

"Perempuan di Papua tidak punya hak masuk dalam pengambilan kebijakan dan keputusan adat bagi masyarakat, atau Ternate di mana faktor kekerabatan menjadi faktor penentu bagi perempuan untuk masuk dalam dunia politik," tutupnya.
(kur)
Berita Terkait
Fokus Masalah Perempuan...
Fokus Masalah Perempuan dan Anak, Jessica Diapresiasi Banyak Tokoh Dunia
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Siapa Maryam Nawaz?...
Siapa Maryam Nawaz? Politikus Perempuan Pertama yang Menjadi Menteri Utama Punjab di Pakistan
KPPG Sebut Peran Penting...
KPPG Sebut Peran Penting Perempuan dalam Politik Nasional
Politik PKB Memuliakan...
Politik PKB Memuliakan Perempuan
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved