LIPI: Keterwakilan perempuan di parpol masih minim
Rabu, 28 November 2012 - 10:50 WIB
LIPI: Keterwakilan perempuan di parpol masih minim
A
A
A
Sindonews.com - Peneliti Senior dari Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengungkapkan, keterwakilan perempuan dalam partai politik (parpol) masih minim.
Pasalnya, dari penelitian LIPI selama enam bulan, keterwakilan perempuan hanya 16 persen. Angka tersebut masih jauh dari keterwakilan perempuan di negara lain, terlebih Eropa.
"Sulit dibantah, bahwa (perwakilan perempuan dalam parpol) di Indonesia masih rendah jika dibandingkan negara lain, terlebih Eropa di atas 20 sampai 30 persen," kata Syamsuddin dalam sambutannya pada acara diskusi dan launching buku "Perempuan, Partai Politik dan Parleman" di Kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu(28/11/2012).
Namun, Syamsuddin tidak menampik, persentase tersebut meningkat dari pemilihan umum (Pemilu) 1999 hingga 2009.
"Keterwakilan perempuan kita meningkat sejak 1999, sementara Pemilu lalu 16 persen walaupun jumlah itu belum memenuhi minimum atau minimal, yaitu angka krusial 30 persen," ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil tersebut dari hasil penelitian LIPI yang dilakukan di empat wilayah tanah air.
"Kami melakukan penelitian ini melalui empat wilayah yakni Aceh, NTB (Nusa Tenggara Barat), Papua, dan Maluku Utara. Kajian ini mencoba menekan dinamika perempuan di provinsi kecuali Maluku Utara," pungkasnya.
Pasalnya, dari penelitian LIPI selama enam bulan, keterwakilan perempuan hanya 16 persen. Angka tersebut masih jauh dari keterwakilan perempuan di negara lain, terlebih Eropa.
"Sulit dibantah, bahwa (perwakilan perempuan dalam parpol) di Indonesia masih rendah jika dibandingkan negara lain, terlebih Eropa di atas 20 sampai 30 persen," kata Syamsuddin dalam sambutannya pada acara diskusi dan launching buku "Perempuan, Partai Politik dan Parleman" di Kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu(28/11/2012).
Namun, Syamsuddin tidak menampik, persentase tersebut meningkat dari pemilihan umum (Pemilu) 1999 hingga 2009.
"Keterwakilan perempuan kita meningkat sejak 1999, sementara Pemilu lalu 16 persen walaupun jumlah itu belum memenuhi minimum atau minimal, yaitu angka krusial 30 persen," ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil tersebut dari hasil penelitian LIPI yang dilakukan di empat wilayah tanah air.
"Kami melakukan penelitian ini melalui empat wilayah yakni Aceh, NTB (Nusa Tenggara Barat), Papua, dan Maluku Utara. Kajian ini mencoba menekan dinamika perempuan di provinsi kecuali Maluku Utara," pungkasnya.
(maf)