Dirut Merpati tak sampaikan hal baru
Selasa, 27 November 2012 - 19:50 WIB
Dirut Merpati tak sampaikan hal baru
A
A
A
Sindonews.com - Tidak ada materi yang baru dalam pertemuan Badan Kehormatan (BK) DPR dengan Direktur Utama (Dirut) PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo. Karena, Rudy hanya menyampaikan pengulangan dan penguatan.
"Tidak ada hal baru apa yang dikatakan Pak Rudy sama seperti apa yang pernah disampaikannya pada pertemuan yang lalu. Semuanya bersifat pengulangan dan penguatan," ujar Ketua BK DPR Muhammad Prakosa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Dia mengklarifikasai nama-nama yang disetor ke BK beberapa waktu lalu. Karena, Rudy salah mengidentifikasi oknum. Hal tersebut juga dijelaskan oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
"Soal nama-nama yang direvisi, dia mengaku kalau dia salah identifikasi salah lihat dan salah dengar," imbuhnya.
Adapun Rudy, setelah menghadiri pertemuannya dengan BK, bungkam dan tidak mau menjelaskan perihal kasus tersebut. Dia berusaha menghindari para wartawan tanpa berbicara sepatah kata pun.
Diberitakan sebelumnya, besok BK akan melakukan konfrontasi antara Dirut PT MNA dengan beberapa anggota Komisi XI salah satunya Sumaryoto. Karena diketahui Sumaryoto mengadakan beberapa kali pertemuan dengan PT MNA di luar rapat.
"Jadi konfrontasi tersebut akan mendalami tentang pertemuan yang tanggal 1 Oktober itu dan juga pertemuan pribadi antara Sumaryoto dengan Merpati yang dilakukan berkali-kali itu," jelasnya.
Dijelaskan Prakosa, BK akan menjalankan beberapa mekanisme apabila memang ditemukan adanya pelanggaran etika. Jadi mekanisme BK itu, apabila ada dugaan yang dilakukan oleh anggota dewan maka BK melakukan penyelidikan dan klarifikasi.
"Setelah itu BK melakukan rapat dan akan diambil kesimpulan apakah ada pelanggaran etika atau tidak. Kalau ada itu akan berlaku berat atau ringan, kalau tidak ada pelanggaran etika akan kita lakukan yang namanya rehabilitasi dan nantinya akan berpulang ke anggota itu untuk melakukan langkah apapun setelah kita putuskan," paparnya.
"Tidak ada hal baru apa yang dikatakan Pak Rudy sama seperti apa yang pernah disampaikannya pada pertemuan yang lalu. Semuanya bersifat pengulangan dan penguatan," ujar Ketua BK DPR Muhammad Prakosa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Dia mengklarifikasai nama-nama yang disetor ke BK beberapa waktu lalu. Karena, Rudy salah mengidentifikasi oknum. Hal tersebut juga dijelaskan oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
"Soal nama-nama yang direvisi, dia mengaku kalau dia salah identifikasi salah lihat dan salah dengar," imbuhnya.
Adapun Rudy, setelah menghadiri pertemuannya dengan BK, bungkam dan tidak mau menjelaskan perihal kasus tersebut. Dia berusaha menghindari para wartawan tanpa berbicara sepatah kata pun.
Diberitakan sebelumnya, besok BK akan melakukan konfrontasi antara Dirut PT MNA dengan beberapa anggota Komisi XI salah satunya Sumaryoto. Karena diketahui Sumaryoto mengadakan beberapa kali pertemuan dengan PT MNA di luar rapat.
"Jadi konfrontasi tersebut akan mendalami tentang pertemuan yang tanggal 1 Oktober itu dan juga pertemuan pribadi antara Sumaryoto dengan Merpati yang dilakukan berkali-kali itu," jelasnya.
Dijelaskan Prakosa, BK akan menjalankan beberapa mekanisme apabila memang ditemukan adanya pelanggaran etika. Jadi mekanisme BK itu, apabila ada dugaan yang dilakukan oleh anggota dewan maka BK melakukan penyelidikan dan klarifikasi.
"Setelah itu BK melakukan rapat dan akan diambil kesimpulan apakah ada pelanggaran etika atau tidak. Kalau ada itu akan berlaku berat atau ringan, kalau tidak ada pelanggaran etika akan kita lakukan yang namanya rehabilitasi dan nantinya akan berpulang ke anggota itu untuk melakukan langkah apapun setelah kita putuskan," paparnya.
(mhd)