Dirut PT MNA sering fitnah tanpa data
Senin, 26 November 2012 - 16:13 WIB
Dirut PT MNA sering fitnah tanpa data
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (PT MNA) Sardjono Jhony Tjitrokusumo menilai pernyataan yang dibeberkan Direktur Utama baru PT MNA Rudy Setyopurnomo mengenai oknum pemeras BUMN adalah bohong dan fitnah.
"Tidak tahu nanti terserah Badan Kehormatan (BK) mau anggapnya apa, tapi menurut saya ini fitnah! Tidak ada pemerasan, itu tidak benar," tutur Jhony usai menghadiri undangan pertemuan BK terkait kasus tersebut, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Jhony pun balik menantang BK jika berencana untuk mengkonfrontir semua pihak-pihak terkait hal tersebut.
"Kalau dikonfrontir bagus, kalau dimintai keterangan juga bagus. Anytime kalau BK membutuhkan saya lagi, saya bersedia datang," tuturnya.
Terkait kasus tersebut, Jhony mengajukan rekomendasi kepada BK untuk menyarankan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera mengaudit laporan keuangan PT MNA secara menyeluruh.
"Saya minta BK merekomendasikan kepada DPR untuk menyuruh BPK agar melakukan audit secara menyeluruh pada Merpati agar data-data yang bisa di-collect lancar, dan saya minta direksi mengaktifkan data-data yang di-collect itu," ujar Jhony.
Mantan Direksi Keuangan PT MNA M Roem yang juga ikut menemani Jhony itu juga bersaksi Dirut PT MNA yang baru Rudy Setyopurnomo seringkali menuding orang tanpa bukti dan data.
"Saya enggak cocok dengan dia, karena banyak omongan enggak benarnya, banyak ngomong tanpa data. Karena itu saya mengundurkan diri sejak bulan Agustus lalu," kata Roem.
"Tidak tahu nanti terserah Badan Kehormatan (BK) mau anggapnya apa, tapi menurut saya ini fitnah! Tidak ada pemerasan, itu tidak benar," tutur Jhony usai menghadiri undangan pertemuan BK terkait kasus tersebut, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Jhony pun balik menantang BK jika berencana untuk mengkonfrontir semua pihak-pihak terkait hal tersebut.
"Kalau dikonfrontir bagus, kalau dimintai keterangan juga bagus. Anytime kalau BK membutuhkan saya lagi, saya bersedia datang," tuturnya.
Terkait kasus tersebut, Jhony mengajukan rekomendasi kepada BK untuk menyarankan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera mengaudit laporan keuangan PT MNA secara menyeluruh.
"Saya minta BK merekomendasikan kepada DPR untuk menyuruh BPK agar melakukan audit secara menyeluruh pada Merpati agar data-data yang bisa di-collect lancar, dan saya minta direksi mengaktifkan data-data yang di-collect itu," ujar Jhony.
Mantan Direksi Keuangan PT MNA M Roem yang juga ikut menemani Jhony itu juga bersaksi Dirut PT MNA yang baru Rudy Setyopurnomo seringkali menuding orang tanpa bukti dan data.
"Saya enggak cocok dengan dia, karena banyak omongan enggak benarnya, banyak ngomong tanpa data. Karena itu saya mengundurkan diri sejak bulan Agustus lalu," kata Roem.
(rsa)