Sebelum ke KPK, Dipo mestinya lapor SBY
Jum'at, 23 November 2012 - 14:51 WIB
Sebelum ke KPK, Dipo mestinya lapor SBY
A
A
A
Sindonews.com - langkah Sekretaris Kabinet (seskab) Dipo Alam melaporkan tiga kementerian ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan "kongkalikong" dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai kurang tepat. Seharusnya, sebelum ke KPK, Dipo lebih dulu melaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Sebaiknya kalau kita mau ikuti jalur kerja, harusnya Pak Dipo lapor ke Presiden dulu," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Max Sopacua di Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Menurutnya, sikap Dipo Alam rentan dan dapat memicu kegaduhan politik. Karena itu, anggota Komisi I ini berharap kabinet tetap kondusif.
"Kita tetap berharap ini tidak timbulkan kegaduhan politik baru, antar Menteri Indonesia Bersatu jilid dua," ujarnya.
Diakuinya, laporan Dipo berakibat pada ketidakharmonisan di kalangan Kabinet Indonesia bersatu jilid II.
Max menduga sikap berani Dipo langsung melaporkan ke KPK menggunakan otoritasnya sebagai Seskab. "Ada kemungkinan dia pakai otoritas beliau sebagai Seskab untuk menyampaikan kepada pihak yang berwenang," pungkasnya.
"Sebaiknya kalau kita mau ikuti jalur kerja, harusnya Pak Dipo lapor ke Presiden dulu," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Max Sopacua di Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Menurutnya, sikap Dipo Alam rentan dan dapat memicu kegaduhan politik. Karena itu, anggota Komisi I ini berharap kabinet tetap kondusif.
"Kita tetap berharap ini tidak timbulkan kegaduhan politik baru, antar Menteri Indonesia Bersatu jilid dua," ujarnya.
Diakuinya, laporan Dipo berakibat pada ketidakharmonisan di kalangan Kabinet Indonesia bersatu jilid II.
Max menduga sikap berani Dipo langsung melaporkan ke KPK menggunakan otoritasnya sebagai Seskab. "Ada kemungkinan dia pakai otoritas beliau sebagai Seskab untuk menyampaikan kepada pihak yang berwenang," pungkasnya.
(lns)