TNI kirim 1.169 prajurit ke Lebanon
Rabu, 21 November 2012 - 15:15 WIB
TNI kirim 1.169 prajurit ke Lebanon
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mendukung keberlanjutan perdamaian di Lebanon, Indonesia mengirimkan pasukan TNI menyusul mandat Dewan Keamanan (DK) PBB yang diperpanjang hingga 2013.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, perpanjangan mandat dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya konflik yang terjadi selama 17 bulan di wilayah tetangga Lebanon, yaitu Suriah.
"Jumlah personel yang dikirim sekira 1.169. Pasukan tersebut untuk memastikan tidak ada tindakan intimidasi terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon-United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL," kata Agus Suhartono, saat melepas Kontingen Garuda (Konga) untuk diberangkatkan ke Lebanon, di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Agus berpesan, agar seluruh prajurit TNI yang bertugas, bisa mencermati setiap perkembangan situasi.
"Laksanakan analisa secara cerdas untuk mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Pahami dan kuasai secara benar aturan pelibatan dan prosedur tetap," ucapnya.
Selain itu, dia berharap, agar prajurit menghormati etika sosial, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat setempat.
"Jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit TNI dan tingkatkan komunikasi dengan prajurit negara lain yang mengemban misi PBB yang sama," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan prajurit Konga di daerah operasi adalah sebagai duta TNI dan bangsa Indonesia. Karenanya, seluruh prajurit berkewajiban menjaga nama baik bangsa Indonesia dan TNI.
Diketahui, dari 1.169 prajurit TNI tersebut, terdiri dari 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G (dipimpin Mayor Inf Lucky Avianto), 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E (Letkol Cpm Subiyakto), 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2 (Mayor Inf Yuri Eliyas), dan 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit (SFQSU) Konga XXVI-E1 (Kolonel Inf Karmin).
Selanjutnya, 6 personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-C (Letkol Inf Ilyas), 18 personel Satgas Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C (Mayor Inf Nasrul), sembilan personel Satgas Level 2 Hospital XXIX-E (Letkol Kes dr Paulus Supriyono), dan 11 personel Milstaf Seceast (Kolonel Inf Rezerius).
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, perpanjangan mandat dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya konflik yang terjadi selama 17 bulan di wilayah tetangga Lebanon, yaitu Suriah.
"Jumlah personel yang dikirim sekira 1.169. Pasukan tersebut untuk memastikan tidak ada tindakan intimidasi terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon-United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL," kata Agus Suhartono, saat melepas Kontingen Garuda (Konga) untuk diberangkatkan ke Lebanon, di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Agus berpesan, agar seluruh prajurit TNI yang bertugas, bisa mencermati setiap perkembangan situasi.
"Laksanakan analisa secara cerdas untuk mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Pahami dan kuasai secara benar aturan pelibatan dan prosedur tetap," ucapnya.
Selain itu, dia berharap, agar prajurit menghormati etika sosial, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat setempat.
"Jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit TNI dan tingkatkan komunikasi dengan prajurit negara lain yang mengemban misi PBB yang sama," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan prajurit Konga di daerah operasi adalah sebagai duta TNI dan bangsa Indonesia. Karenanya, seluruh prajurit berkewajiban menjaga nama baik bangsa Indonesia dan TNI.
Diketahui, dari 1.169 prajurit TNI tersebut, terdiri dari 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G (dipimpin Mayor Inf Lucky Avianto), 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E (Letkol Cpm Subiyakto), 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2 (Mayor Inf Yuri Eliyas), dan 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit (SFQSU) Konga XXVI-E1 (Kolonel Inf Karmin).
Selanjutnya, 6 personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-C (Letkol Inf Ilyas), 18 personel Satgas Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C (Mayor Inf Nasrul), sembilan personel Satgas Level 2 Hospital XXIX-E (Letkol Kes dr Paulus Supriyono), dan 11 personel Milstaf Seceast (Kolonel Inf Rezerius).
(maf)