MA telah hukum Yamani maksimal?

Senin, 19 November 2012 - 23:35 WIB
MA telah hukum Yamani...
MA telah hukum Yamani maksimal?
A A A
Sindonews.com - Mahkamah Agung (MA) mengaku sudah memberi sanksi maksimal pada Hakim Agung Achmad Yamani dengan memintanya mengundurkan diri dan menarik semua perkara yang ditanganinya. Soal dugaan tindak pidana pemalsuan vonis dan suap yang dilakulkannya, MA mengaku mempunyai batas otoritas penyelidikan, karena dugaan tindak pidana masuk dalam kewenangan para penyidik.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansour mengatakan, hal ini menyikapi permintaan agar pihaknya memberikan sanksi maksimal pada Yamanie. Memang bukan laporan resmi pada kepolisian atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena hal itu bukan delik aduan.

"Dalam rapim (Rapat Pimpinan) MA, sudah ditegaskan bahwa jika dalam perkembangan ditemukan tindak pidana penyuapan, maka pimpinan MA menyerahkan sepenuhnya untuk diproses secara hukum kepada pihak yang berwenang," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (19/11/2012).

Desakan Ketua MA agar Yamanie mengundurkan diri sebagai hakim agung menurutnya, seharusnya tidak diartikan sebagai upaya MA untuk melepas tanggungjawab dan melindungi korps hakim dari hukum. Pengunduran diri Yamanie ini adalah satu-satunya pintu masuk bagi ketua MA untuk mengambil alih 158 perkara pidana umum, empat di antaranya peninjauan kembali (PK), yang saat ini ditangani oleh Yamanie.

Yamanie yang sudah dinyatakan melakukan tindakan unprofessional conduct dinilai tidak lagi cakap mengadili perkara yang dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan publik pada institusi. Namun, apabila ketua MA serta merta memberi sanksi non palu atau skorsing tanpa dasar yang kuat maka akan tindakan tersebut rawan dipermasalahkan secara hukum.

"Satu-satunya cara agar dia tidak bisa mengambil berkasnya adalah dengan mengundurkan diri. Sesuai Pasal 11 ayat (1) UU MA. Ketua MA ingin menyelamatkan berkas perkara, padahal dia (Yamanie) tidak bisa diskors atau dinonaktifkan," ujarnya.

Hakim agung Yamanie, sebelumnya diberitakan melakukan kelalaian dengan memalsukan salinan putusan PK yang dikirim ke Pengadilan Negeri Surabaya atas nama terpidana pemilik pabrik ektasi Hangky Gunawan. Tim pemeriksa internal MA menemukan tulisan tangannya yang mengganti pidana 15 tahun menjadi 12 tahun penjara, padahal hasil sidang menghukumnya dengan penjara 15 tahun.

Pelanggaran inilah sebenarna alasan pengunduran dirinya, meski sebelumnya melalui Kepala Biro Hukum dan Humas, MA menyebut Yamanie mengundurkan diri karena gangguan kesehatan.
(mhd)
Berita Terkait
Anggota DPR Harap Hakim...
Anggota DPR Harap Hakim Agung Berintegritas dan Selalu Amanah
161 Calon Hakim Agung...
161 Calon Hakim Agung dan 18 Hakim Ad Hoc HAM Lolos Seleksi Administrasi
Salut, Hakim MA Mesir...
Salut, Hakim MA Mesir Menghukum Dirinya Sendiri saat Pimpin Sidang
Profil Tama Ulinta Tarigan,...
Profil Tama Ulinta Tarigan, Hakim Agung Militer Wanita Pertama
Ketua MA Sunarto: Hakim...
Ketua MA Sunarto: Hakim juga Manusia, tapi Jangan Jadi Setan Semua
Gaya Hidup Hedon Jadi...
Gaya Hidup Hedon Jadi Sorotan DPR dalam Uji Kelayakan Calon Hakim Agung dan Ad Hoc
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved