Pernyataan Dipo terkait Pemilu 2014?
Senin, 19 November 2012 - 20:11 WIB
Pernyataan Dipo terkait Pemilu 2014?
A
A
A
Sindonews.com - Pasca laporan Sekretaris Kabinet (Dipo Alam) ke KPK terkait dugaan kongkalikong antara kementrian dan oknum DPR spekulasipun mulai muncul, benarkah langkah Dipo terkait Pemilu 2014?
Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, jika laporan Dipo tidak ada bukti kuat, maka bisa ditafsirkan hanya mencari sensasi menjelang Pemilu 2014 mendatang.
"Manuver politik Sekretaris Kabinet Dipo Alam jika tanpa dilengkapi bukti akurat, dapat disebut hanya untuk mencari sensasi menjelang 2014," ujar Bambang melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/11/2012).
Sikap Dipo yang melaporkan empat kementerian, sambung Bambang, ada konsekwensi yang mesti ditanggungnya. Seperti soliditas kabinet, pasalnya akan menimbulkan suasana tidak kondusif di kementerian.
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II terdiri dari beberapa kader partai politik (Parpol) yang termasuk berkoalisi dengan pemerintahan SBY-Boediono, sikap Dipo dinilai bisa memunculkan benih keretakan koalisi Parpol yang selama ini terus mendukung pemerintahan SBY.
Namun, tindakan Dipo Alam, imbuh Anggota Komisi III ini, harus terus didorong dalam upaya membersihkan lembaga eksekutif dan legislatif.
Menurutnya selama ini publik tengah menyaksikan inkonsistensi dan ambivalensi pemberantasan korupsi. Namun, langkah Dipo diyakini menjadi pemacu semangat baru dalam penegakan hukum.
"Dia (Dipo) bahkan langsung menggelar perang baru melawan korupsi, dengan mengungkap praktik kongkalikong pengaturan anggaran antara DPR dan kader partai politik di kabinet dan pejabat kementerian," ujarnya.
Tak hanya menteri BUMN, Seskab ahirnya 'menjewer' anggota DPR yang menduga ada kongkalikong dengan kementerian. Menurutnya sangat tidak lazim ketika mencoreng kementerian sendiri.
"Kasus dugaan korupsi yang dikantungi Dipo memang harus diungkap dan diserahkan ke penegak hukum," pungkasnya.
Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan, jika laporan Dipo tidak ada bukti kuat, maka bisa ditafsirkan hanya mencari sensasi menjelang Pemilu 2014 mendatang.
"Manuver politik Sekretaris Kabinet Dipo Alam jika tanpa dilengkapi bukti akurat, dapat disebut hanya untuk mencari sensasi menjelang 2014," ujar Bambang melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/11/2012).
Sikap Dipo yang melaporkan empat kementerian, sambung Bambang, ada konsekwensi yang mesti ditanggungnya. Seperti soliditas kabinet, pasalnya akan menimbulkan suasana tidak kondusif di kementerian.
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II terdiri dari beberapa kader partai politik (Parpol) yang termasuk berkoalisi dengan pemerintahan SBY-Boediono, sikap Dipo dinilai bisa memunculkan benih keretakan koalisi Parpol yang selama ini terus mendukung pemerintahan SBY.
Namun, tindakan Dipo Alam, imbuh Anggota Komisi III ini, harus terus didorong dalam upaya membersihkan lembaga eksekutif dan legislatif.
Menurutnya selama ini publik tengah menyaksikan inkonsistensi dan ambivalensi pemberantasan korupsi. Namun, langkah Dipo diyakini menjadi pemacu semangat baru dalam penegakan hukum.
"Dia (Dipo) bahkan langsung menggelar perang baru melawan korupsi, dengan mengungkap praktik kongkalikong pengaturan anggaran antara DPR dan kader partai politik di kabinet dan pejabat kementerian," ujarnya.
Tak hanya menteri BUMN, Seskab ahirnya 'menjewer' anggota DPR yang menduga ada kongkalikong dengan kementerian. Menurutnya sangat tidak lazim ketika mencoreng kementerian sendiri.
"Kasus dugaan korupsi yang dikantungi Dipo memang harus diungkap dan diserahkan ke penegak hukum," pungkasnya.
(mhd)