Abraham belum tahu soal laporan Dipo Alam
Senin, 19 November 2012 - 16:05 WIB
Abraham belum tahu soal laporan Dipo Alam
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menegaskan, hingga kini dirinya belum mengetahui soal laporan Sekertaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam terkait empat kementerian yang telah melakukan permainan anggaran negara.
Abraham beralasan, sewaktu pelaporan Dipo ke KPK, dirinya sedang tidak berada di kantor.
“Yang menerima adalah Deputi PIPM, Pak Sudrajat. Jadi saya belum sempat konfirm ke beliau,“ kata Abraham saat ditemui di peluncuran buku tunas bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Abraham pun membantah, pihaknya telah menerima laporan terkait empat Kementerian yang melakukan permainan anggaran tersebut. Dia beralasan, baru mengetahui itu dari pemberitaan salah satu koran nasional.
“Kebetulan karena bukan saya yang terima, jadi saya tidak tahu persis. Saya baca di koran ada 3 kementerian. Saya blm tau persis karena belum konfirmasi,“ tegasnya.
Namun, Abraham berjanji pihaknya akan memproses laporan Dipo tersebut. Dirinya pun berjanji segera melakukan verifikasi terhadap laporan tersebut.
“Apapun, setiap laporan yang bukan hanya dari seorang Dipo dari masyarakat biasa pun kalo melapor KPK akan perlakukan sama. Laporannya akan ditindaklanjuti. Akan diverifikasi, akan diinvestigasi,“ tandasnya.
Empat Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Pertanian terkait dugaan promosi jabatan dibeberapa ekselon, Kementerian Pertahanan terkait dana optimalisasi Kemenhan, lalu Kementerian Pariwisata terkain dana Mice, serta Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) terkait dana tambahan kegiatan, ditambah soal laporan yang lain, serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sumatera Selatan (Sumsel).
Abraham beralasan, sewaktu pelaporan Dipo ke KPK, dirinya sedang tidak berada di kantor.
“Yang menerima adalah Deputi PIPM, Pak Sudrajat. Jadi saya belum sempat konfirm ke beliau,“ kata Abraham saat ditemui di peluncuran buku tunas bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Abraham pun membantah, pihaknya telah menerima laporan terkait empat Kementerian yang melakukan permainan anggaran tersebut. Dia beralasan, baru mengetahui itu dari pemberitaan salah satu koran nasional.
“Kebetulan karena bukan saya yang terima, jadi saya tidak tahu persis. Saya baca di koran ada 3 kementerian. Saya blm tau persis karena belum konfirmasi,“ tegasnya.
Namun, Abraham berjanji pihaknya akan memproses laporan Dipo tersebut. Dirinya pun berjanji segera melakukan verifikasi terhadap laporan tersebut.
“Apapun, setiap laporan yang bukan hanya dari seorang Dipo dari masyarakat biasa pun kalo melapor KPK akan perlakukan sama. Laporannya akan ditindaklanjuti. Akan diverifikasi, akan diinvestigasi,“ tandasnya.
Empat Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Pertanian terkait dugaan promosi jabatan dibeberapa ekselon, Kementerian Pertahanan terkait dana optimalisasi Kemenhan, lalu Kementerian Pariwisata terkain dana Mice, serta Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) terkait dana tambahan kegiatan, ditambah soal laporan yang lain, serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sumatera Selatan (Sumsel).
(mhd)