Tak perlu alergi dengan interpelasi
Senin, 19 November 2012 - 14:33 WIB
Tak perlu alergi dengan interpelasi
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jendral (Sekjen) PPP Romahurmuziy merespon baik rekomendasi Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) atas telaah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan interpelasi terkait kasus proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan sekolah olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
"Sampai sekarang belum ada rapat Setgab, tapi tak perlu alergi pada hak interpelasi karena ini hak bertanya. Pemerintah harus menjelaskan," ujar pria akrab dipanggil Romy ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Namun menurut Ketua Komisi IV ini, pihaknya sendiri belum bisa mengambil sikap terkait usulan interpelasi dan baru dikomunikasikan dengan fraksinya. "Kami belum bisa mendukung atau menolak, belum bisa menjawab," ujarnya.
Romy meminta interpelasi jangan dipandang negatif, sebab merupakan bagian dari mekanisme DPR dalam rangka melakukan pengawasan. "Jangan dilihat interpelasi itu salah, itu hanya mekanisme pengawasan, jadi biasa saja," tambahnya.
Anggaran Hambalang yang begitu besar, harus benar-benar dicermati, apalagi diduga telah melibatkan banyak orang. Romy berharap hasil audit BPK tahap kedua lebih pada aliran dana Hambalang.
"Kita harus bisa mencermati, dan meminta keterangan soal laporan tahap II yang diharapkan lebih pada laporan aliran dana," pungkasnya.
"Sampai sekarang belum ada rapat Setgab, tapi tak perlu alergi pada hak interpelasi karena ini hak bertanya. Pemerintah harus menjelaskan," ujar pria akrab dipanggil Romy ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/11/2012).
Namun menurut Ketua Komisi IV ini, pihaknya sendiri belum bisa mengambil sikap terkait usulan interpelasi dan baru dikomunikasikan dengan fraksinya. "Kami belum bisa mendukung atau menolak, belum bisa menjawab," ujarnya.
Romy meminta interpelasi jangan dipandang negatif, sebab merupakan bagian dari mekanisme DPR dalam rangka melakukan pengawasan. "Jangan dilihat interpelasi itu salah, itu hanya mekanisme pengawasan, jadi biasa saja," tambahnya.
Anggaran Hambalang yang begitu besar, harus benar-benar dicermati, apalagi diduga telah melibatkan banyak orang. Romy berharap hasil audit BPK tahap kedua lebih pada aliran dana Hambalang.
"Kita harus bisa mencermati, dan meminta keterangan soal laporan tahap II yang diharapkan lebih pada laporan aliran dana," pungkasnya.
(lns)