Laporan Dipo, buka ketidakharmonisan KIB jilid II
Senin, 19 November 2012 - 09:30 WIB
Laporan Dipo, buka ketidakharmonisan KIB jilid II
A
A
A
Sindonews.com - Sikap Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam yang melaporkan tiga kementerian ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menunjukkan ketidakharmonisan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
Diketahui Dipo melaporkan tiga kementerian ke KPK yang terindikasi bermain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Menteri-menteri saat ini bertindak masing-masing, tidak melaporkan apa yang sebenarnya terjadi di kementeriannya kepada presiden, sehingga tiba-tiba Dipo melaporkan ke KPK," kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf, saat dihubungi Sindonews, Minggu (18/11/2012) malam.
Maswadi menjelaskan, setelah laporan Dipo tersebut, beberapa kementerian yang diduga dilaporkan Dipo ke KPK, seperti kebakaran jenggot.
"Kementerian yang ada saat ini kurang solid, hanya saling membela diri, saling menyalahkan, hanya membantah, menyalahkan Dipo Alam, itu bukan koordinasi yang baik. Sedangkan Dipo adalah Seskab, jelas tidak ada keutuhan di kabinet," tandasnya.
Pada Rabu 14 November 2012 malam, diduga tiga Kementerian dilaporkan Dipo Alam ke KPK. Tiga kementerian itu diduga terlibat permainan proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam permainan anggaran itu, melibatkan staf khusus kementerian, kader partai politik, anggota DPR, dan staf khusus kementerian non partai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terungkap tiga kementerian tersebut yakni Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Diketahui Dipo melaporkan tiga kementerian ke KPK yang terindikasi bermain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Menteri-menteri saat ini bertindak masing-masing, tidak melaporkan apa yang sebenarnya terjadi di kementeriannya kepada presiden, sehingga tiba-tiba Dipo melaporkan ke KPK," kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf, saat dihubungi Sindonews, Minggu (18/11/2012) malam.
Maswadi menjelaskan, setelah laporan Dipo tersebut, beberapa kementerian yang diduga dilaporkan Dipo ke KPK, seperti kebakaran jenggot.
"Kementerian yang ada saat ini kurang solid, hanya saling membela diri, saling menyalahkan, hanya membantah, menyalahkan Dipo Alam, itu bukan koordinasi yang baik. Sedangkan Dipo adalah Seskab, jelas tidak ada keutuhan di kabinet," tandasnya.
Pada Rabu 14 November 2012 malam, diduga tiga Kementerian dilaporkan Dipo Alam ke KPK. Tiga kementerian itu diduga terlibat permainan proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam permainan anggaran itu, melibatkan staf khusus kementerian, kader partai politik, anggota DPR, dan staf khusus kementerian non partai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terungkap tiga kementerian tersebut yakni Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
(maf)