GMP PAN: Periksa pembisik grasi narkoba SBY
Sabtu, 17 November 2012 - 13:16 WIB
GMP PAN: Periksa pembisik grasi narkoba SBY
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum DPP Garda Muda Nasional Partai Amanat Nasional (GMN PAN) Kuntum Khairu Basa menyatakan, pemberian grasi terhadap terpidana Meirika Franola (Ola) menimbulkan pertanyaan. Pasal Ola bukan hanya berperan sebagai kurir, tapi juga bagian dari sindikat narkoba internasional.
"Ini jelas, patut dipertanyakan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
Pertama, masyarakat semakin mempertanyakan komitmen SBY dan menteri-menterinya dalam memberantas narkoba. Kejahatan ini sangat serius, karena merusak saraf pemuda yang paling banyak mengkonsumsi narkoba. Namun, SBY memberikan grasi kepada Ola yang ditangkap Polri karena membawa 3,5 Kg heroin di Bandara Soekarno Hatta tahun 2000 lalu.
Kedua, patut dicurigai adanya kongkalikong orang-orang sekitar SBY. Mereka adalah orang-orang yang memberikan rekomendasi kepada SBY agar Ola layak mendapatkan grasi. "Mereka ini harus diperiksa apakah memang rekomendasinya murni tanpa ada embel-embel, atau justru ada embel-embelnya," jelas Kuntum.
Lebih jauh, Kuntum mengimbau, SBY jangan tebang pilih dalam penegakkan hukum. Pemberian grasi ini, dinilainya sebagai bukti SBY melakukan tebang pilih, sehingga dia patut dinilai kurang memenuhi rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
"Jika embel-embel itu berupa aliran dana atau pemberian barang yang dapat dikategorikan suap maka aparat harus menindak tegas mereka tanpa pandang bulu," tandasnya.
"Ini jelas, patut dipertanyakan," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/11/2012).
Pertama, masyarakat semakin mempertanyakan komitmen SBY dan menteri-menterinya dalam memberantas narkoba. Kejahatan ini sangat serius, karena merusak saraf pemuda yang paling banyak mengkonsumsi narkoba. Namun, SBY memberikan grasi kepada Ola yang ditangkap Polri karena membawa 3,5 Kg heroin di Bandara Soekarno Hatta tahun 2000 lalu.
Kedua, patut dicurigai adanya kongkalikong orang-orang sekitar SBY. Mereka adalah orang-orang yang memberikan rekomendasi kepada SBY agar Ola layak mendapatkan grasi. "Mereka ini harus diperiksa apakah memang rekomendasinya murni tanpa ada embel-embel, atau justru ada embel-embelnya," jelas Kuntum.
Lebih jauh, Kuntum mengimbau, SBY jangan tebang pilih dalam penegakkan hukum. Pemberian grasi ini, dinilainya sebagai bukti SBY melakukan tebang pilih, sehingga dia patut dinilai kurang memenuhi rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.
"Jika embel-embel itu berupa aliran dana atau pemberian barang yang dapat dikategorikan suap maka aparat harus menindak tegas mereka tanpa pandang bulu," tandasnya.
(san)