Perseteruan KPU-Bawaslu, Komisioner KPU harus transparan
Jum'at, 16 November 2012 - 16:45 WIB
Perseteruan KPU-Bawaslu, Komisioner KPU harus transparan
A
A
A
Sindonews.com - Perseteruan yang terjadi antara Komisioner dan Kesekjenan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus mendapatkan perhatian. Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraeni.
Wanita yang akrab disapa Titi ini menyatakan, ke depannya, Komisioner KPU harus terbuka kepada masyarakat mengenai agenda antara Komisioner dengan kesekjenan bagaimana ke depannya.
"Komisioner menurut saya harus terbuka kepada publik soal agenda mereka kedepan bagaimana dengan Kesekjenan," kata Titi saat dihubungi sindonews di Jakarta, Jumat (16/11/2012).
Terkait dengan perseteruan antara keduanya, dikhawatirkan akan mengganggu kinerja KPU secara kelembagaan. Apalagi KPU saat ini tengah mengurus permasalahan mengenai tahapan-tahapan untuk menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
"Soal perseteruan itu jelas, kalau dibiarkan berlarut-larut akan membuat, mengganggu kinerja KPU secara kelembagaan," jelas Titi.
KPU sendiri secara kelembagaan disarankan untuk segera mencari penyelesaian terkait kisruh yang ada diantara Komisioner dan Kesekjenan. Agar permasalahan yang sudah mencuat ke publik ini tidak terus berlarut-larut.
"Oleh karenanya, harus segera dicari penyelesaian atas kisruh tersebut. Agar tidak berlarut-larut," tukas Titi.
Wanita yang akrab disapa Titi ini menyatakan, ke depannya, Komisioner KPU harus terbuka kepada masyarakat mengenai agenda antara Komisioner dengan kesekjenan bagaimana ke depannya.
"Komisioner menurut saya harus terbuka kepada publik soal agenda mereka kedepan bagaimana dengan Kesekjenan," kata Titi saat dihubungi sindonews di Jakarta, Jumat (16/11/2012).
Terkait dengan perseteruan antara keduanya, dikhawatirkan akan mengganggu kinerja KPU secara kelembagaan. Apalagi KPU saat ini tengah mengurus permasalahan mengenai tahapan-tahapan untuk menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
"Soal perseteruan itu jelas, kalau dibiarkan berlarut-larut akan membuat, mengganggu kinerja KPU secara kelembagaan," jelas Titi.
KPU sendiri secara kelembagaan disarankan untuk segera mencari penyelesaian terkait kisruh yang ada diantara Komisioner dan Kesekjenan. Agar permasalahan yang sudah mencuat ke publik ini tidak terus berlarut-larut.
"Oleh karenanya, harus segera dicari penyelesaian atas kisruh tersebut. Agar tidak berlarut-larut," tukas Titi.
(lns)