Politikus Demokrat apresiasi langkah Dipo
Jum'at, 16 November 2012 - 11:52 WIB
Politikus Demokrat apresiasi langkah Dipo
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat (PD) mengapresiasi langkah Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam, yang melaporkan tiga kementerian ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan 'kongkalikong' anggaran dengan oknum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Gede Pasek Suardika meminta, agar sikap Dipo tersebut jangan dijadikan polemik, biarlah proses hukum yang membuktikannya.
"Karena sudah dibawa ke track yang benar, yaitu ke penegak hukum. Sekarang tinggal bagaimana penegak hukum menindaklanjuti pengaduan tersebut," kata Gede Pasek saat dihubungi Sindonews, Jumat (16/11/2012).
Namun, Pasek enggan menyamakan langkah Dipo alam ini dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, yang berani membeberkan oknum DPR sebagai pemeras BUMN.
"Enggak juga, beda. Pak Dahlan enggak berani membawa ke KPK. Niatnya saja yang baik, tapi grasa-grusu sehingga banyak nama baik orang dirusak tanpa tanggung jawab," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu 14 November 2012, Dipo Alam menyambangi Gedung KPK. Kedatangan Dipo ke KPK untuk melaporkan permainan anggaran yang dilakukan oleh tiga kementerian dan juga DPR.
KPK sendiri berjanji akan segera melaporkan verifikasi laporan Dipo tersebut. Dalam kedatangannya ke KPK, Dipo diketahui juga telah menyerahkan bukti-bukti yang dimilikinya.
Namun diketahui, Dipo baru menyerahkan satu fraksi yang dia laporkan ke KPK, dan masih terbuka peluang untuk melaporkan fraksi lainnya.
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Gede Pasek Suardika meminta, agar sikap Dipo tersebut jangan dijadikan polemik, biarlah proses hukum yang membuktikannya.
"Karena sudah dibawa ke track yang benar, yaitu ke penegak hukum. Sekarang tinggal bagaimana penegak hukum menindaklanjuti pengaduan tersebut," kata Gede Pasek saat dihubungi Sindonews, Jumat (16/11/2012).
Namun, Pasek enggan menyamakan langkah Dipo alam ini dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, yang berani membeberkan oknum DPR sebagai pemeras BUMN.
"Enggak juga, beda. Pak Dahlan enggak berani membawa ke KPK. Niatnya saja yang baik, tapi grasa-grusu sehingga banyak nama baik orang dirusak tanpa tanggung jawab," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu 14 November 2012, Dipo Alam menyambangi Gedung KPK. Kedatangan Dipo ke KPK untuk melaporkan permainan anggaran yang dilakukan oleh tiga kementerian dan juga DPR.
KPK sendiri berjanji akan segera melaporkan verifikasi laporan Dipo tersebut. Dalam kedatangannya ke KPK, Dipo diketahui juga telah menyerahkan bukti-bukti yang dimilikinya.
Namun diketahui, Dipo baru menyerahkan satu fraksi yang dia laporkan ke KPK, dan masih terbuka peluang untuk melaporkan fraksi lainnya.
(maf)