Muhaimin: TKI mampu bersaing dengan negara tetangga
Kamis, 15 November 2012 - 11:33 WIB
Muhaimin: TKI mampu bersaing dengan negara tetangga
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menyatakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bisa bersaing dengan negara tetangga.
Hal itu diungkapkan Muhaimin saat menghadiri Kompetisi Keterampilan Kerja ASEAN atau ASEAN Skills Competition (ASC) IX Tahun 2012 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, yang resmi dibuka hari ini.
Selain Muhaimin, ajang kompetisi generasi muda ASEAN ini, dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini.
"Pada akhirnya, dengan ASC membuat citra, kualitas, dan posisi tawar tenaga kerja negara anggota ASEAN di dunia internasional semakin diperhitungkan," ujar Muhaimin dalam keterangan persnya, Kamis (15/11/2012).
Menurut Muhaimin, penyelenggaraan ASC merupakan satu upaya peningkatan standar kompetensi kerja di kawasan ini untuk berbagai bidang kejuruan kerja.
Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam sambutannya mengatakan, pembinaan sumber daya manusia di antara negara-negara ASEAN dapat menjadi barometer kemajuan kerja sama berbagai bidang di kawasan ini.
Ditambahkan dia, komitmen ASEAN dalam meningkatkan standarisasi kompetensi tenaga kerja di kawasan ASEAN dapat menjadikan sumber daya manusianya bersaing di tingkat internasional.
"Kita ingin memastikan negara-negara di kawasan ASEAN tidak hanya memajukan bidang ekonomi, teknologi, dan budaya, tapi juga keterampilan sumber daya manusianya," terang Hatta.
Hatta menilai, kawasan ASEAN dengan sekira 600 juta penduduk akan menjadi kekuatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan menjadi pusat pertumbuhan bagi kawasan.
"ASC mengadopsi penilaian keterampilan tingkat dunia, sehingga pemuda-pemudi di kawasan ini mampu berkompetisi dengan standar internasional," jelasnya.
Diketahui, ASC merupakan kompetisi sekaligus arena unjuk kebolehan terhadap penguasaan kompetensi keterampilan kerja berbagai bidang kejuruan oleh para tenaga kerja muda di negara-negara anggota ASEAN yang terdiri dari Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Kegiatan ASC IX tahun 2012 ini diikuti sekira 950 anggota delegasi yang terdiri dari para ahli dan peserta–dari sembilan negara ASEAN (Myanmar tidak berpartisipasi). Ajang kompetisi keterampilan kerja pemuda-pemudi ASEAN ini terbuka untuk umum, tanpa biaya masuk.
ASC IX ini mempertandingkan 22 kejuruan dan satu kejuruan ekshibisi. Ke-22 kejuruan antara lain teknologi otomotif, mekanik elektonik, sistim administrasi berbasis jaringan teknologi informasi, pengairan dan pemansan (plumbing and heating), serta pengelasan (welding).
Hal itu diungkapkan Muhaimin saat menghadiri Kompetisi Keterampilan Kerja ASEAN atau ASEAN Skills Competition (ASC) IX Tahun 2012 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, yang resmi dibuka hari ini.
Selain Muhaimin, ajang kompetisi generasi muda ASEAN ini, dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini.
"Pada akhirnya, dengan ASC membuat citra, kualitas, dan posisi tawar tenaga kerja negara anggota ASEAN di dunia internasional semakin diperhitungkan," ujar Muhaimin dalam keterangan persnya, Kamis (15/11/2012).
Menurut Muhaimin, penyelenggaraan ASC merupakan satu upaya peningkatan standar kompetensi kerja di kawasan ini untuk berbagai bidang kejuruan kerja.
Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam sambutannya mengatakan, pembinaan sumber daya manusia di antara negara-negara ASEAN dapat menjadi barometer kemajuan kerja sama berbagai bidang di kawasan ini.
Ditambahkan dia, komitmen ASEAN dalam meningkatkan standarisasi kompetensi tenaga kerja di kawasan ASEAN dapat menjadikan sumber daya manusianya bersaing di tingkat internasional.
"Kita ingin memastikan negara-negara di kawasan ASEAN tidak hanya memajukan bidang ekonomi, teknologi, dan budaya, tapi juga keterampilan sumber daya manusianya," terang Hatta.
Hatta menilai, kawasan ASEAN dengan sekira 600 juta penduduk akan menjadi kekuatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan menjadi pusat pertumbuhan bagi kawasan.
"ASC mengadopsi penilaian keterampilan tingkat dunia, sehingga pemuda-pemudi di kawasan ini mampu berkompetisi dengan standar internasional," jelasnya.
Diketahui, ASC merupakan kompetisi sekaligus arena unjuk kebolehan terhadap penguasaan kompetensi keterampilan kerja berbagai bidang kejuruan oleh para tenaga kerja muda di negara-negara anggota ASEAN yang terdiri dari Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Kegiatan ASC IX tahun 2012 ini diikuti sekira 950 anggota delegasi yang terdiri dari para ahli dan peserta–dari sembilan negara ASEAN (Myanmar tidak berpartisipasi). Ajang kompetisi keterampilan kerja pemuda-pemudi ASEAN ini terbuka untuk umum, tanpa biaya masuk.
ASC IX ini mempertandingkan 22 kejuruan dan satu kejuruan ekshibisi. Ke-22 kejuruan antara lain teknologi otomotif, mekanik elektonik, sistim administrasi berbasis jaringan teknologi informasi, pengairan dan pemansan (plumbing and heating), serta pengelasan (welding).
(rsa)