Konsultan bantah mark up anggaran proyek Hambalang
Kamis, 15 November 2012 - 05:05 WIB
Konsultan bantah mark up anggaran proyek Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Metaphora Solusi Global Muhamad Arifin membantah melakukan mark up anggaran proyek pembangunan pusat olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dia mengatakan, wajar jika ada penambahan anggaran dari Rp125 miliar menjadi Rp1,2 triliun.
Hal itu diungkapkan Arifin usai merampungkan pemeriksaan terkait kasus Hambalang selama hampir 12 jam di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Setahu saya, dari kerjaan arsitektur tidak ada mark up,“ kata Arifin sambil meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dia menambahkan, seharusnya penambahan nilai proyek itu bukanlah wewenang dari pihaknya sebagai konsultan, melainkan mutlak wewenang dari Kemenpora. “Kalau kontrak itu kan kewenangan dari panitia atau pimpro. Kontrak kan dari Menpora,“ jelasnya.
Arifin sendiri diduga sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam pemilihan rekanan sub kontraktor proyek Hambalang. Arifin diketahui bersama dengan staff PT Adhie Karya M Arif Taufikurahman dalam mencari rekanan proyek dengan nilai total proyek Rp2,5 triliun tersebut.
Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut apakah Arifin sudah bekerja cukup lama dengan staff PT Adhie Karya selaku pemenang tender proyek Hambalang, Arifin mengakui, bahwa pihaknya baru mengenal Arif.
“Saya kenal Pak Arif, tapi tidak dari awal,“ bantahnya.
Hal itu diungkapkan Arifin usai merampungkan pemeriksaan terkait kasus Hambalang selama hampir 12 jam di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Setahu saya, dari kerjaan arsitektur tidak ada mark up,“ kata Arifin sambil meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dia menambahkan, seharusnya penambahan nilai proyek itu bukanlah wewenang dari pihaknya sebagai konsultan, melainkan mutlak wewenang dari Kemenpora. “Kalau kontrak itu kan kewenangan dari panitia atau pimpro. Kontrak kan dari Menpora,“ jelasnya.
Arifin sendiri diduga sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam pemilihan rekanan sub kontraktor proyek Hambalang. Arifin diketahui bersama dengan staff PT Adhie Karya M Arif Taufikurahman dalam mencari rekanan proyek dengan nilai total proyek Rp2,5 triliun tersebut.
Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut apakah Arifin sudah bekerja cukup lama dengan staff PT Adhie Karya selaku pemenang tender proyek Hambalang, Arifin mengakui, bahwa pihaknya baru mengenal Arif.
“Saya kenal Pak Arif, tapi tidak dari awal,“ bantahnya.
(san)