Politikus Demokrat terpukul disebut pemeras BUMN
Rabu, 14 November 2012 - 21:12 WIB
Politikus Demokrat terpukul disebut pemeras BUMN
A
A
A
Sindonews.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta mengklarifikasi mengenai tercantumnya nama Andi Timo Pangerang yang disebut-sebut masuk di antara 10 nama pemeras BUMN.
Atas keteledoran tersebut, Andi Timo meminta Dirut BUMN, untuk menyampaikan secara terbuka ke publik, atas kekeliruan tersebut.
"Saya meminta ke yang bersangkutan (Dirut BUMN), agar memperbaiki kekeliruan dengan menyampaikan ke BK (Badan Kehormatan) dan sampaikan ke publik karena berkaitan dengan nama baik saya," kata Andi Timo, saat memberikan klarifikasi pers, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Ketua Komisi XI ini mengaku, meski nama baiknya telah dikorbankan, tapi sudah memaafkan Dirut yang bersangkutan. Dia belum memikirkan untuk melakukan upaya selanjutnya terkait persoalan tersebut.
"Pada waktu saya menerima penjelasan, saya maafkan tolong saudara merevisi ke BK dan ke media," ujarnya.
Meski Kementerian BUMN telah merevisi di BK. Namun, politikus Partai Demokrat ini tetap meminta Kementerian BUMN untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka melalui media masa.
"Saya menginginkan secepatnya, kita sudah melihat ada tindakan yang dilakukan, ada surat revisi dari Menteri BUMN ke BK," tegasnya.
Andi Timo sendiri, sambil meneteskan air mata, mengaku apa yang telah diberitakan selama ini tidak benar. Dia mengaku tidak pernah ketemu dengan Dirut BUMN diluar rapat resmi yang sudah dijadwalkan.
"Kepada partai, konstituen, keluarga, ibu dan anak saya dan mitra Komisi XI DPR, bahwa apa yang diberitakan di media itu tidak benar, saya tidak terlibat (tidak memeras)," pungkasnya sambil mengusap air mata.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
Atas keteledoran tersebut, Andi Timo meminta Dirut BUMN, untuk menyampaikan secara terbuka ke publik, atas kekeliruan tersebut.
"Saya meminta ke yang bersangkutan (Dirut BUMN), agar memperbaiki kekeliruan dengan menyampaikan ke BK (Badan Kehormatan) dan sampaikan ke publik karena berkaitan dengan nama baik saya," kata Andi Timo, saat memberikan klarifikasi pers, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Ketua Komisi XI ini mengaku, meski nama baiknya telah dikorbankan, tapi sudah memaafkan Dirut yang bersangkutan. Dia belum memikirkan untuk melakukan upaya selanjutnya terkait persoalan tersebut.
"Pada waktu saya menerima penjelasan, saya maafkan tolong saudara merevisi ke BK dan ke media," ujarnya.
Meski Kementerian BUMN telah merevisi di BK. Namun, politikus Partai Demokrat ini tetap meminta Kementerian BUMN untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka melalui media masa.
"Saya menginginkan secepatnya, kita sudah melihat ada tindakan yang dilakukan, ada surat revisi dari Menteri BUMN ke BK," tegasnya.
Andi Timo sendiri, sambil meneteskan air mata, mengaku apa yang telah diberitakan selama ini tidak benar. Dia mengaku tidak pernah ketemu dengan Dirut BUMN diluar rapat resmi yang sudah dijadwalkan.
"Kepada partai, konstituen, keluarga, ibu dan anak saya dan mitra Komisi XI DPR, bahwa apa yang diberitakan di media itu tidak benar, saya tidak terlibat (tidak memeras)," pungkasnya sambil mengusap air mata.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
(maf)