49 santri terduga teroris dipulangkan
Rabu, 14 November 2012 - 18:54 WIB
49 santri terduga teroris dipulangkan
A
A
A
Sindonews.com - Seluruh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Akhfiya, Nganjuk, Jawa Timur, yang dicurigai dididik jadi teroris akhirnya dipulangkan.
Seluruh santri dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dua hari tinggal di penampungan milik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk.
Usai didata petugas, seluruh santri langsung diangkut petugas menggunakan mobil polisi ke Ponpes Darul Akhfiya di Desa Kepuh Kecamatan Kertosono, Nganjuk, untuk mengambil barang-barangnya terlebih dahulu.
Setelah itu, mereka akan ditampung sementara di rumah salah seorang wali santri di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Jombang, untuk dijemput keluarganya masing-masing.
Seluruh santri yang diperiksa, membantah jika selama tinggal dan belajar di Ponpes Darul Akhfiya mereka dididik menjadi teroris.
"Selama mondok kami hanya belajar mengenai isi dan pemahaman Alquran. Kalau latihan fisik lari-lari keliling kampung, itu hanya kegiatan tambahan saja. Jadi tidak ada ajaran untuk jadi teroris," ujar Umar santri Ponpes Darul Akhfiya di Mapolsek Nganjuk, Rabu (14/11/2012).
Sementara itu, pihak Pesantren Darul Akhfiya akan berusaha melakukan pendekatan terhadap warga di Desa Kepuh yang selama ini melakukan pengusiran.
"Kami akan coba melakukan pendekatan ke warga, namun jika mereka tidak bisa menerima kami, kegiatan pesantren akan dipindahkan ke lokasi lain," kata Ahmad Rofiq dari Tim Pengacara Muslim, pengacara Ponpes Darul Akhfiya.
Seluruh santri dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dua hari tinggal di penampungan milik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk.
Usai didata petugas, seluruh santri langsung diangkut petugas menggunakan mobil polisi ke Ponpes Darul Akhfiya di Desa Kepuh Kecamatan Kertosono, Nganjuk, untuk mengambil barang-barangnya terlebih dahulu.
Setelah itu, mereka akan ditampung sementara di rumah salah seorang wali santri di Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Jombang, untuk dijemput keluarganya masing-masing.
Seluruh santri yang diperiksa, membantah jika selama tinggal dan belajar di Ponpes Darul Akhfiya mereka dididik menjadi teroris.
"Selama mondok kami hanya belajar mengenai isi dan pemahaman Alquran. Kalau latihan fisik lari-lari keliling kampung, itu hanya kegiatan tambahan saja. Jadi tidak ada ajaran untuk jadi teroris," ujar Umar santri Ponpes Darul Akhfiya di Mapolsek Nganjuk, Rabu (14/11/2012).
Sementara itu, pihak Pesantren Darul Akhfiya akan berusaha melakukan pendekatan terhadap warga di Desa Kepuh yang selama ini melakukan pengusiran.
"Kami akan coba melakukan pendekatan ke warga, namun jika mereka tidak bisa menerima kami, kegiatan pesantren akan dipindahkan ke lokasi lain," kata Ahmad Rofiq dari Tim Pengacara Muslim, pengacara Ponpes Darul Akhfiya.
(ysw)