Dirugikan Dahlan, Demokrat belum ajukan somasi
Rabu, 14 November 2012 - 15:46 WIB
Dirugikan Dahlan, Demokrat belum ajukan somasi
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR merasa dirugikan terkait pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang salah melansir nama anggotanya yang diduga melakukan pemintaan upeti atau pemerasan terhadap BUMN.
"Tentu buat fraksi dengan ada nama dilansir tidak benar fraksi merasa dirugikan," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dia mengingatkan, BUMN harus lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan ke publik, karena menyangkut nama baik orang. "Harus dilakukan dengan cara hati-hati supaya tidak merugikan orang, atau institusi," ujarnya.
Kendati merasa dirugikan, pihaknya belum memutuskan untuk melakukan somasi terhadap Dahlan Iskan.
"Kita belum berpikir untuk ke sana, Ibu Andi yang dirugikan secara pribadi, dan Fraksi terkena dampaknya," ujarnya.
Dalam upaya melakukan bersih-bersih di kementerian BUMN, tentu Fraksi Partai Demokrat mempunyai semangat yang sama, agar BUMN lebih bersih, lebih sehat dan bebas dari pemerasan oleh oknum anggota DPR.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat Andi Timo Pangerang mengaku sudah mendapat klarifikasi langsung dari Direktur utama (Dirut) BUMN. Menurutnya, dirut tersebut salah menyetorkan nama kepada Dahlan Iskan.
"Saya telah menerima klarifikasi dari dirut terkait, bahwa kelirun menyampaikan nama saya," ujar Timo.
Diakuinya, Dirut BUMN mengklarifikasi langsung kedirinya pada hari Minggu 11 November 2012 melalui telpon. Dia, lanjut Timo, menyampaikan atas keteledoran tersebut.
"Klarifikasinya, bahwa beliau (Dirut BUMN) telah keliru memberikan laporan kepada menteri BUMN," pungkasnya.
"Tentu buat fraksi dengan ada nama dilansir tidak benar fraksi merasa dirugikan," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dia mengingatkan, BUMN harus lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan ke publik, karena menyangkut nama baik orang. "Harus dilakukan dengan cara hati-hati supaya tidak merugikan orang, atau institusi," ujarnya.
Kendati merasa dirugikan, pihaknya belum memutuskan untuk melakukan somasi terhadap Dahlan Iskan.
"Kita belum berpikir untuk ke sana, Ibu Andi yang dirugikan secara pribadi, dan Fraksi terkena dampaknya," ujarnya.
Dalam upaya melakukan bersih-bersih di kementerian BUMN, tentu Fraksi Partai Demokrat mempunyai semangat yang sama, agar BUMN lebih bersih, lebih sehat dan bebas dari pemerasan oleh oknum anggota DPR.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat Andi Timo Pangerang mengaku sudah mendapat klarifikasi langsung dari Direktur utama (Dirut) BUMN. Menurutnya, dirut tersebut salah menyetorkan nama kepada Dahlan Iskan.
"Saya telah menerima klarifikasi dari dirut terkait, bahwa kelirun menyampaikan nama saya," ujar Timo.
Diakuinya, Dirut BUMN mengklarifikasi langsung kedirinya pada hari Minggu 11 November 2012 melalui telpon. Dia, lanjut Timo, menyampaikan atas keteledoran tersebut.
"Klarifikasinya, bahwa beliau (Dirut BUMN) telah keliru memberikan laporan kepada menteri BUMN," pungkasnya.
(mhd)