Laksamana Sukardi sesalkan cara Dahlan Iskan
Selasa, 13 November 2012 - 18:37 WIB
Laksamana Sukardi sesalkan cara Dahlan Iskan
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi menyayangkan cara Menteri BUMN Dahlan Iskandar yang berusaha membongkar dugaan pemerasan yang diduga dilakukan DPR terhadap perusahaan BUMN. Pasalnya, cara Dahlan itu dinilai kurang matang yang kemudian menjadi bola panas untuk dirinya sendiri.
"Langkah Pak Dahlan tepat, cuma caranya itu, kan sebenarnya ingin menjadi whistle blower. Kalau mau jadi whistle blower persiapannya itu harus disiapkan terlebih dahulu," kata Sukardi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2012).
Dia mengakui, pada zaman pemerintahannya, dirinya tidak pernah diperas oleh anggota DPR. Namun, dia mengakui dirinya kerap dititipi untuk mengisi posisi direksi di perusahaan BUMN.
"Kalau pemerasan oleh DPR saya sendiri tidak pernah mengalami. Kalau permintaan banyak. Permintaan ngangkat direksi atau supplier," jelasnya.
Ditambahkan Laksamana, hal tersebut adalah wajar-wajar saja untuk dilakukan. Namun, dia mengklaim itu bukanlah pemaksaan melainkan hanya berupa pesanan.
"Saya kira itu wajar-wajar saja. Tergantung dari kita, apakah ingin memberikan atau tidak. Kalau meminta tidak dikasih lalu memaksa itu pemerasan namanya," tegasnya.
"Langkah Pak Dahlan tepat, cuma caranya itu, kan sebenarnya ingin menjadi whistle blower. Kalau mau jadi whistle blower persiapannya itu harus disiapkan terlebih dahulu," kata Sukardi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/11/2012).
Dia mengakui, pada zaman pemerintahannya, dirinya tidak pernah diperas oleh anggota DPR. Namun, dia mengakui dirinya kerap dititipi untuk mengisi posisi direksi di perusahaan BUMN.
"Kalau pemerasan oleh DPR saya sendiri tidak pernah mengalami. Kalau permintaan banyak. Permintaan ngangkat direksi atau supplier," jelasnya.
Ditambahkan Laksamana, hal tersebut adalah wajar-wajar saja untuk dilakukan. Namun, dia mengklaim itu bukanlah pemaksaan melainkan hanya berupa pesanan.
"Saya kira itu wajar-wajar saja. Tergantung dari kita, apakah ingin memberikan atau tidak. Kalau meminta tidak dikasih lalu memaksa itu pemerasan namanya," tegasnya.
(mhd)