Pihak Istana minta Mahfud hati-hati bicara

Selasa, 13 November 2012 - 11:35 WIB
Pihak Istana minta Mahfud...
Pihak Istana minta Mahfud hati-hati bicara
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai pimpinan lembaga tinggi negara dirasa kurang tepat.

Mahfud diminta SBY agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan dihadapan publik.
"Sebagai pimpinan lembaga negara lebih memperhatikan implikasinya terhadap pernyataan, saya sendiri harus berhati-hati sekali, kecuali atas nama pribadi," ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Lanjut Julian, seharusnya Mahfud tak menduga-duga terkait adanya mafia narkoba masuk dalam lingkaran Istana, melainkan harus berdasarkan fakta-fakta yang ada.

"Yang jelas kalau ada yang dimaksud demikian tentu akan kita tangkap. Tapi mohon dikedepankan, jangan kita menganggap atau mengatakan dengan menduga-duga, lebih baik kalau ada faktanya, kita bereskan," tuturnya.

Julian melihat pernyataan pria kelahiran Madura tersebut lebih pada pernyataan sebagai ahli hukum maupun pengamat, dan bukan dalam kapasitas sebagai Ketua MK.

"Jadi semua orang bisa bicara di negara ini, bebas tanpa ada orang lain yang menghalangi. Tapi kemudian kita kembalikan kepada etika penyelenggaraan negara itu akan menjadi pertimbangan sendiri," tutupnya.

Sebelumnya, Mahfud menduga ada mafia yang membuat terpidana kasus narkoba, Mairika Franola alias Ola, berhasil mendapatkan grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya menduga memang yang memberi pertimbangan pada presiden ini, mungkin ada mafianya juga yang melalui pintu-pintu tertentu sehingga bisa meyakinkan orang-orang presiden bahwa ini harus diberi grasi," kata Mahfud di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 8 November 2012.

Pihak Istana meradang mendengar ucapan Mahfud. "Saya sangat keberatan dan terhina dengan kata-kata Mahfud MD, Ketua MK yang menuduh mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana. Suatu tuduhan yang sangat keji saya kira, dan ini mencemarkan nama dan lembaga kepresidenan," kata Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat, 9 November 2012.
(rsa)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved