Kapolri didesak usut perkosaan TKI di Malaysia
Senin, 12 November 2012 - 09:28 WIB
Kapolri didesak usut perkosaan TKI di Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pemerkosaan terhadap seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) perempuan oleh tiga polisi Malaysia di kantor polisi, Bukit Mertajam, Penang, menggambarkan begitu buruk moral aparat kepolisian Malaysia.
"Perbuatan itu menjadi salah satu cermin bagaimana buruknya moral dan disiplin aparat Kepolisian di Malaysia," ujar anggota Komisi III DPR RI Martin Hutabarat melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (12/11/2012).
Politikus Gerindra ini menyatakan, Parlemen Indonesia khususnya Komisi III mengecam keras perbuatan biadab yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian Malaysia itu. Polisi seharusnya menjadi pelindung bukan sebaliknya.
Kasus itu harus diusut tuntas, pelaku ditindak secara tegas, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. "Kami meminta agar Malaysia mengusut kasus perkosaan tersebut secara adil dan transparan, menindak para pelaku dan tidak menutup-nutupinya," ujarnya.
Dalam mengusut tuntas kasus itu, maka Kapolri Jendral Timur Pradopo segera berkodinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia supaya pelaku dihukum seberat mungkin.
"Apabila kasus ini tidak segera ditindak maka akan menimbulkan protes berkepanjangan dari masyarakat Indonesia," tambahnya.
"Perbuatan itu menjadi salah satu cermin bagaimana buruknya moral dan disiplin aparat Kepolisian di Malaysia," ujar anggota Komisi III DPR RI Martin Hutabarat melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (12/11/2012).
Politikus Gerindra ini menyatakan, Parlemen Indonesia khususnya Komisi III mengecam keras perbuatan biadab yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian Malaysia itu. Polisi seharusnya menjadi pelindung bukan sebaliknya.
Kasus itu harus diusut tuntas, pelaku ditindak secara tegas, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. "Kami meminta agar Malaysia mengusut kasus perkosaan tersebut secara adil dan transparan, menindak para pelaku dan tidak menutup-nutupinya," ujarnya.
Dalam mengusut tuntas kasus itu, maka Kapolri Jendral Timur Pradopo segera berkodinasi dengan Kepolisian Diraja Malaysia supaya pelaku dihukum seberat mungkin.
"Apabila kasus ini tidak segera ditindak maka akan menimbulkan protes berkepanjangan dari masyarakat Indonesia," tambahnya.
(lns)