KPU buka luka baru di atas luka lama
Minggu, 11 November 2012 - 23:00 WIB
KPU buka luka baru di atas luka lama
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha, menilai ucapan Komisioner KPU Ida Budhiati, yang mengatakan ada pembangkangan yang dilakukan Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU, telah membuka luka lama dalam institusi tersebut.
Putu menilai KPU pernah melakukan hal yang sama ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPR, namun sangat disayangkan hal itu kembali terjadi saat sidang dugaan administrasi dan kode etik yang dilakukan Komisioner KPU.
Putu berpendapat Setjen KPU memang memiliki kekurangan, namun faktor tidak adanya kepemimpinan dan buruknya komunikasi politik diantara mereka, membuat hal itu kembali terulang.
"Kelemahan mereka adalah leadership komunikasi politik dan relationship. Kesekjenan ada plus minus dan itu ada dari dulu. Hal ini dimula ketika tidak bijak dalam statment di DPR, pejabat negara bilang seperti itu enggak pantas, itu akan membuat luka baru diatas luka lama, dan memperparah hubungan di KPU," jelas Putu kepada Sindonews, di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2012).
Dia berpendapat kalau pun apa yang disampaikan Ida benar, maka tidak pantas disampaikan kepada publik, itu hanya untuk masalah internal. Oleh karenanya, dia meminta agar ada komunikasi dan sikap saling menghargai antara Komisioner KPU dengan Setjen.
Putu menilai KPU pernah melakukan hal yang sama ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPR, namun sangat disayangkan hal itu kembali terjadi saat sidang dugaan administrasi dan kode etik yang dilakukan Komisioner KPU.
Putu berpendapat Setjen KPU memang memiliki kekurangan, namun faktor tidak adanya kepemimpinan dan buruknya komunikasi politik diantara mereka, membuat hal itu kembali terulang.
"Kelemahan mereka adalah leadership komunikasi politik dan relationship. Kesekjenan ada plus minus dan itu ada dari dulu. Hal ini dimula ketika tidak bijak dalam statment di DPR, pejabat negara bilang seperti itu enggak pantas, itu akan membuat luka baru diatas luka lama, dan memperparah hubungan di KPU," jelas Putu kepada Sindonews, di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2012).
Dia berpendapat kalau pun apa yang disampaikan Ida benar, maka tidak pantas disampaikan kepada publik, itu hanya untuk masalah internal. Oleh karenanya, dia meminta agar ada komunikasi dan sikap saling menghargai antara Komisioner KPU dengan Setjen.
(rsa)