SBY terlalu lindungi Andi Mallarangeng
Jum'at, 09 November 2012 - 16:42 WIB
SBY terlalu lindungi Andi Mallarangeng
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dituding berupaya melindungi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng.
Bahkan SBY juga dinilai telah melakukan intervensi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan memeriksa Andi sebagai tersangka dalam kasus korupsi Hambalang.
“Dugaan intervensi dari Presiden SBY itu sangat kuat kemungkinannya. Itu karena citra dia (Andi) sebagai kader Demokrat dan juga orang dekat Presiden. Apalagi dia menjabat sebagai Menteri,“ kata pengamat hukum UIN Andi Syafrani saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Menurutnya, SBY saat ini sangat khawatir dengan berbagai bukti dan fakta yang terus menerus mengarah kepada keterlibatan mantan juru bicaranya tersebut. Terlebih, Andi disebut-sebut sebagai kerabat dekat dari SBY dan juga mempunyai pengaruh penting di Partai Demokrat.
Andi Syafrani melihat, jika SBY membiarkan KPK untuk menyeret Andi Mallarangeng sebagai tersangka, itu tentunya akan sangat mempunyai pengaruh yang membahayakan untuk Demokrat bahkan SBY.
"Karena secara politik, tentunya kerusakan yang akan ditimbulkan oleh sosok Andi Mallarangeng ke Partai Demokrat akan jauh lebih besar setelah Nazaruddin," tegasnya.
Tindakan intervensi yang dilakukan SBY itu pun jelas memang telah melanggar komitmennya yang akan menjadi orang terdepan dalam pemberantasan korupsi. Namun, hal itu malah dilakukan SBY secara tak kasat mata dalam melindungi Andi Mallaranggeng.
“Jika SBY konsisten, maka harusnya tidak ada intervensi,“ tegasnya.
Ditambahkan Andi Syafrani, KPK sudah saatnya untuk segera melakukan pemanggilan bahkan juga menetapkan status tersangka untuk Andi. Pasalnya, berbagai bukti dan fakta telah begitu gencar mengarah kepada Menpora.
Bahkan SBY juga dinilai telah melakukan intervensi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan memeriksa Andi sebagai tersangka dalam kasus korupsi Hambalang.
“Dugaan intervensi dari Presiden SBY itu sangat kuat kemungkinannya. Itu karena citra dia (Andi) sebagai kader Demokrat dan juga orang dekat Presiden. Apalagi dia menjabat sebagai Menteri,“ kata pengamat hukum UIN Andi Syafrani saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Menurutnya, SBY saat ini sangat khawatir dengan berbagai bukti dan fakta yang terus menerus mengarah kepada keterlibatan mantan juru bicaranya tersebut. Terlebih, Andi disebut-sebut sebagai kerabat dekat dari SBY dan juga mempunyai pengaruh penting di Partai Demokrat.
Andi Syafrani melihat, jika SBY membiarkan KPK untuk menyeret Andi Mallarangeng sebagai tersangka, itu tentunya akan sangat mempunyai pengaruh yang membahayakan untuk Demokrat bahkan SBY.
"Karena secara politik, tentunya kerusakan yang akan ditimbulkan oleh sosok Andi Mallarangeng ke Partai Demokrat akan jauh lebih besar setelah Nazaruddin," tegasnya.
Tindakan intervensi yang dilakukan SBY itu pun jelas memang telah melanggar komitmennya yang akan menjadi orang terdepan dalam pemberantasan korupsi. Namun, hal itu malah dilakukan SBY secara tak kasat mata dalam melindungi Andi Mallaranggeng.
“Jika SBY konsisten, maka harusnya tidak ada intervensi,“ tegasnya.
Ditambahkan Andi Syafrani, KPK sudah saatnya untuk segera melakukan pemanggilan bahkan juga menetapkan status tersangka untuk Andi. Pasalnya, berbagai bukti dan fakta telah begitu gencar mengarah kepada Menpora.
(rsa)