Ignatius Mulyono klarifikasi soal Hambalang
Kamis, 08 November 2012 - 17:07 WIB
Ignatius Mulyono klarifikasi soal Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Dugaan penyelewengan anggaran dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) terus ditelusuri. Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut mulai diungkap menyusul hasil audit dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kali ini muncul pengakuan anggota Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono. Kepada wartawan Ignatius Mulyono mengakui dirinya pernah diutus oleh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk menanyakan soal kepengurusan sertifikat tanah untuk proyek Hambalang kepada Badan Pertahanan Negara (BPN).
"Saya ditelpon Pak Anas dan Pak Nazar (M Nazaruddin), apa bapak betul di Komisi II? Saya jawab betul. Nah Pak Anas dan Pak Nazar minta tolong ditanyakan ke BPN kok surat belum keluar-keluar sampai sekarang. Sudah itu saja. Saya cuma dipanggil suruh ambil, enggak ada yang lain-lain," aku Ignatius kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Atas perintah itu, Igantius Mulyono pun kemudian menghubungi mantan Kepala BPN Joyo Winoto. "Ini saya tambahin ya, memang sempat saya coba hubungi Joyo Winoto cuma enggak bisa dihubungi," ujarnya lagi.
Menurut Iganitus Mulyono, sebagai anggota dirinya patuh melaksanakan perintah ketua fraksi. Meskipun dia tahu soal Hambalang tidak terkait dengan fraksi, melainkan urutan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Saya itu anggota fraksi, kalau yang menyuruh ketua fraksi jadi harus jalan. Enggak ada yang merasa dikorbankan. Mungkin Pak Andi (Andi Malarangeng) minta tolong sama Pak Anas kan satu partai. Jadi wajarlah kalau saya diminta sama Pak Anas dan Pak Nazarudin," tuturnya.
Namun, mengenai proyek Hambalang sendiri, Ignatius Mulyono mengaku tidak tahu-menahu. Dirinya juga tidak pernah berinteraksi dengan Menpora Andi Mallarangeng.
"Saya cuma diminta Pak Nazar dan Pak Anas untuk tanyakan soal itu. Mereka itu berdua kan kemana-mana, sebelum jadi anggota DPR sudah akrab, mereka selalu berdua. Saya tidak ada kontak dengan Pak Andi Mallarangeng," akunya.
Seperti diketahui, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazarudin, menyatakan proyek Hambalang bisa berjalan, karena BPN mengeluarkan sertifikat tanah tersebut. Dalam kepengurusan sertifikat tersebut nama Ignatius Mulyono ikut disebut karena diminta Anas Urbaningrum untuk menanyakan perihal sertifikat itu kepada BPN.
Kali ini muncul pengakuan anggota Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono. Kepada wartawan Ignatius Mulyono mengakui dirinya pernah diutus oleh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk menanyakan soal kepengurusan sertifikat tanah untuk proyek Hambalang kepada Badan Pertahanan Negara (BPN).
"Saya ditelpon Pak Anas dan Pak Nazar (M Nazaruddin), apa bapak betul di Komisi II? Saya jawab betul. Nah Pak Anas dan Pak Nazar minta tolong ditanyakan ke BPN kok surat belum keluar-keluar sampai sekarang. Sudah itu saja. Saya cuma dipanggil suruh ambil, enggak ada yang lain-lain," aku Ignatius kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Atas perintah itu, Igantius Mulyono pun kemudian menghubungi mantan Kepala BPN Joyo Winoto. "Ini saya tambahin ya, memang sempat saya coba hubungi Joyo Winoto cuma enggak bisa dihubungi," ujarnya lagi.
Menurut Iganitus Mulyono, sebagai anggota dirinya patuh melaksanakan perintah ketua fraksi. Meskipun dia tahu soal Hambalang tidak terkait dengan fraksi, melainkan urutan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Saya itu anggota fraksi, kalau yang menyuruh ketua fraksi jadi harus jalan. Enggak ada yang merasa dikorbankan. Mungkin Pak Andi (Andi Malarangeng) minta tolong sama Pak Anas kan satu partai. Jadi wajarlah kalau saya diminta sama Pak Anas dan Pak Nazarudin," tuturnya.
Namun, mengenai proyek Hambalang sendiri, Ignatius Mulyono mengaku tidak tahu-menahu. Dirinya juga tidak pernah berinteraksi dengan Menpora Andi Mallarangeng.
"Saya cuma diminta Pak Nazar dan Pak Anas untuk tanyakan soal itu. Mereka itu berdua kan kemana-mana, sebelum jadi anggota DPR sudah akrab, mereka selalu berdua. Saya tidak ada kontak dengan Pak Andi Mallarangeng," akunya.
Seperti diketahui, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazarudin, menyatakan proyek Hambalang bisa berjalan, karena BPN mengeluarkan sertifikat tanah tersebut. Dalam kepengurusan sertifikat tersebut nama Ignatius Mulyono ikut disebut karena diminta Anas Urbaningrum untuk menanyakan perihal sertifikat itu kepada BPN.
(lns)