Pesan untuk SBY & Megawati

Kamis, 08 November 2012 - 09:24 WIB
Pesan untuk SBY & Megawati
Pesan untuk SBY & Megawati
A A A
Sindonews.com - Belum mencairnya perang dingin antara Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) dengan Presiden yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), entah apa yang ada dibenak keduanya hingga memberikan contoh yang tidak baik bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani, kemungkinan sudah dalam permasalahan keduanya sehingga agak susah juga untuk berdamai. kalau keduanya memiliki rasa nasionalis yang tinggi serta membuang jauh-jauh ego kemungkinan akan berdamai.

"Ada permasalahan pribadi yang sudah mendalam. Seharusnya keduanya bisa bersikap dewasa serta buang ego-nya masing-masing. Jangan egois lah," katanya kepada Sindonews, Kamis (8/11/2012).

Katanya, padahal keduanya merupakan tokoh nasional yang seharusnya memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat, bukan sebaliknya.

"Harus ada salah satu yang mengalah," tegasnya.

Oleh sebab itu, katanya, dirinya menyayangkan momentum yang seharusnya bisa dijadikan bahan pembicaraan antara Megawati dan SBY saat memberikan penghargaan pahlawan nasional terhadap Soekarno.

"Seharusnya momentum itu bisa dijadikan awal perbaikkan, yang dimana SBY sebagai tuan rumah erat kaitannya untuk mencairkan suasana," sesalnya.

Dia menyarankan, sebagikan kedua belah pihak membuang jauh-jauh ego-nya serta kepentingan kelompong. Tapi kedepankan kepentingan yang jauh lebih besar daripada itu.

"Pemimpin besar harus bisa berpandangan untuk kepentingan rakyak," sarannya.

Sekedar informasi, sudah lama memang keduanya berperilaku seperti itu pencalonan SBY menjadi presiden di tahun 2004 silam membuat kekalahan yang dirasakan oleh Megawati yang ketika itu berpasangan dengan Hasyim Muzadi.

Kemudian pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 SBY maju kembali untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia, begitu juga dengan anak dari Presiden pertama Soekarno itu. Kedunya maju sebagai calon presiden di 2009 SBY yang berpasangan dengan Boediono, sedangkan Megawati dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Namun, lagi-lagi SBY Boediono memenangkan pertarungan Pilpres 2009 dengan total suara 60,8 persen berdasarkan rapat pleno rekapitulasi suara Pilpres 2009.
(mhd)
Berita Terkait
Saatnya Berdamai dengan...
Saatnya Berdamai dengan Sejarah melalui Pemberian Gelar Pahlawan Nasional
Gelar Pahlawan Nasional...
Gelar Pahlawan Nasional untuk Pemimpin Bangsa Simbol Kedewasaan Kolektif Bernegara
Jejak Perjuangan KH...
Jejak Perjuangan KH Ahmad Sanusi, Pahlawan Nasional yang Sering Keluar Masuk Penjara
PDIP Dukung Pengusulan...
PDIP Dukung Pengusulan Dokter Pribadi Bung Karno dan Hatta Jadi Pahlawan Nasional
Prof Henry Nilai Soeharto...
Prof Henry Nilai Soeharto Pantas Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Deretan Jurnalis Bergelar...
Deretan Jurnalis Bergelar Pahlawan Nasional, Nomor 3 Kakek Anies Baswedan
Berita Terkini
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPR Minta Komjak Proaktif...
DPR Minta Komjak Proaktif Awasi Penanganan Perkara Febrie Adriansyah
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Kejagung Pelajari Alat...
Kejagung Pelajari Alat Bukti Kasus Febrie Adriansyah dari Polri
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved