Tak ada arah PDIP & Demokrat berkoalisi 2014
Kamis, 08 November 2012 - 08:37 WIB
Tak ada arah PDIP & Demokrat berkoalisi 2014
A
A
A
Sindonews.com - Banyak kalangan yang menduga kalau kehadiran Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri pada acara undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Istana Negara Jakarta, sebagai awal yang positif untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.
Walaupun Megawati menghadiri undangan itu, tapi hal tersebut karena bersangkutan langsung terhadap Ayahnya Soekarno yang mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan nasional.
"Belum ada arah ke (pemilu) 2014. Karena PDIP terlalu sudah kuat sebagai oposisi," kata Pengamat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani saat berbincang dengan Sindonews, Kamis (8/11/2012).
Dia mengatakan, kalaupun PDIP dan Partai Demokrat berkoalisi di Pemilu 2014 belum tentu kedua partai tersebut akan sama-sama memberikan keuntungan satu sama lain.
"Belum tentu ini akan memberikan keuntungan bagi kedua partai itu," kata dosen Ilmu Politik UIN Jakarta ini.
Menurutnya, SBY yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Partai Demokrat (PD) dan Megawati harus mengedepankan kepentingan rakyat dibanding ego serta kepentingan golongan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
"Mereka kan dua pejabat nasional (yang dapat memberikan) kemaslahatan warga Indonesia," katanya.
Walaupun Megawati menghadiri undangan itu, tapi hal tersebut karena bersangkutan langsung terhadap Ayahnya Soekarno yang mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan nasional.
"Belum ada arah ke (pemilu) 2014. Karena PDIP terlalu sudah kuat sebagai oposisi," kata Pengamat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Syafrani saat berbincang dengan Sindonews, Kamis (8/11/2012).
Dia mengatakan, kalaupun PDIP dan Partai Demokrat berkoalisi di Pemilu 2014 belum tentu kedua partai tersebut akan sama-sama memberikan keuntungan satu sama lain.
"Belum tentu ini akan memberikan keuntungan bagi kedua partai itu," kata dosen Ilmu Politik UIN Jakarta ini.
Menurutnya, SBY yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Partai Demokrat (PD) dan Megawati harus mengedepankan kepentingan rakyat dibanding ego serta kepentingan golongan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
"Mereka kan dua pejabat nasional (yang dapat memberikan) kemaslahatan warga Indonesia," katanya.
(mhd)